Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dwikorita: Gen Z dan Alpha Perlu Didorong Ikut Atasi Perubahan Iklim

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 18:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dwikorita: Gen Z dan Alpha Perlu Didorong Ikut Atasi Perubahan Iklim Doc: bmkg.go.id
Ket. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati

JAMBI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan anak muda dari generasi Z dan Alpha perlu didorong untuk ikut berpartisipasi dalam upaya mengatasi masalah perubahan iklim yang sudah diambang batas kenormalan saat ini.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan yang diterima di Jambi, Kamis (22/8), mengatakan anak muda dari generasi Z (tahun kelahiran 1996-2010) dan Alpha (tahun kelahiran >2010) menjadi kelompok yang paling berpotensi terdampak, sehingga mereka harus didorong untuk mengatasi perubahan iklim.

BMKG memberikan beberapa indikator seperti terus meningkatnya suhu udara menjadi lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, hingga maraknya bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia, adalah tanda fenomena perubahan iklim saat ini sudah semakin mengkhawatirkan.

BMKG memproyeksi suhu panas di Indonesia melompat naik hingga 3,5 derajat Celsius dibandingkan zaman pra industri pada tahun 2100 mendatang apabila aksi mitigasi iklim gagal dilakukan.

"Jika melihat tahun tersebut, maka dapat dipastikan bahwa Generasi Z dan Alpha lah yang akan paling merasakan," kata dia.

Dwikorita mengungkapkan perubahan iklim adalah realitas yang dihadapi miliaran jiwa penduduk bumi, karenanya fenomena tersebut tidak bisa dianggap sebagai sebuah persoalan sepele.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa tahun 2023 sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat Celsius di atas zaman pra industri.

Kemudian, terjadinya bencana gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa pada tahun 2023 menjadi rekor terbaru dunia sekaligus fakta yang menyedihkan.

Angka anomali suhu yang mencapai 1,45 derajat tersebut nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Perjanjian Paris tahun 2015, dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat Celsius.

Bahkan dalam skenario terburuk Badan Meteorologi Dunia menyebutkan pada tahun 2050 negara-negara di dunia akan menghadapi bencana hidrometeorologi dan kelangkaan air yang berakibat pada krisis pangan.

Maka dari itu, Dwikorita mengungkapkan seluruh generasi harus saling berkolaborasi untuk menahan laju perubahan iklim. Sederhananya, kata dia, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melibatkan diri pada aktivitas penanaman pohon hingga seperti menghemat energi listrik di rumah tempat tinggal atau sekolah dan kantor, dan mulai beralih menggunakan teknologi ramah lingkungan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.