Bumi Dilanda Badai Matahari Ekstrem

Rabu, 14 Agu 2024, 00:03 WIB

WASHINGTON -Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mengatakan Bumi pada Senin (12/8), dilanda badai matahari dahsyat, yang dapat membawa cahaya utara ke langit malam lebih jauh ke selatan dari biasanya.

Dikutip dari The Straits Times, kondisi badai geomagnetik level empat, pada skala lima ini, teramati pada 12 Agustus mulai pukul 15.00 GMT."Kondisi ini mungkin berlangsung selama beberapa jam, tetapi tidak diperkirakan akan meningkat lebih lanjut intensitasnya," ujar NOAA dalam sebuah pernyataan, baru-baru ini.

Ket. Foto: Pada 11 Agustus, astronot NASA Matthew Dominick menerbitkan foto aurora borealis yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. — Sumber: istimewa

"Badai geomagnetik yang parah berpotensi menyebabkan aurora terlihat samar-samar hingga ke selatan Alabama dan California utara," katanya mengacu pada negara bagian AS.

Badai matahari baru ini disebabkan oleh lontaran massa korona ataucoronal mass ejections (CME), yaitu ledakan partikel yang meninggalkan Matahari. Saat partikel-partikel ini tiba di Bumi, medan magnetnya pun terganggu.

"Sekarang ada banyak aurora. Jika ini berlangsung hingga malam tiba di sini, kita mungkin bisa melihatnya," kata Eric Lagadec, astrofisikawan di Observatorium Cote d'Azur di Prancis, lewat X.

Pada tanggal 11 Agustus, astronot National Aeronautics and Space Administration (NASA) Matthew Dominick menerbitkan di X foto luar biasa aurora borealis atau Cahaya Utara yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, tempat ia ditempatkan saat ini.

Tetapi badai matahari atau geomagnetik juga dapat memicu efek yang tidak diinginkan.

"Misalnya, hal itu dapat merusak komunikasi frekuensi tinggi, mengganggu satelit dan menyebabkan kelebihan beban pada jaringan listrik. Operator infrastruktur yang sensitif telah diberitahu untuk menerapkan langkah-langkah guna membatasi dampak ini," kata NOAA.

Pada bulan Mei, planet ini mengalami badai geomagnetik terkuat yang tercatat dalam 20 tahun. Badai tersebut menyebabkan aurora menerangi langit malam di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, pada garis lintang yang jauh lebih rendah dari biasanya.

Peristiwa semacam ini telah meningkat akhir-akhir ini karena Matahari saat ini sedang mendekati puncak aktivitasnya, sesuai dengan siklus 11 tahunnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.