Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

17 Orang Tewas Tertimpa 'Gunung Sampah' di Uganda

📅 Senin, 12 Agu 2024, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
17 Orang Tewas Tertimpa 'Gunung Sampah' di Uganda Doc: ANTARA/Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. Setidaknya 17 jenazah ditemukan dari tumpukan sampah di Kampala, ibu kota Uganda yang secara tragis runtuh dan mengubur rumah serta ternak pada Sabtu (10/8) pagi.

KAMPALA - Setidaknya 17 jenazah telah ditemukan dari tumpukan sampah Kampala, ibu kota Uganda yang secara tragis runtuh dan mengubur rumah serta ternak pada Sabtu (10/8) pagi.

Sejauh ini, 14 orang penyintas telah diangkut tim penyelamat sementara upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung oleh penduduk setempat, Palang Merah Uganda, polisi, Otoritas Jalan Nasional, dan Otoritas Ibu Kota Kampala, kata juru bicara kepolisian metropolitan Kampala, Fred Onyango.

Presiden Yoweri Museveni telah mengarahkan Inspektur Jenderal Pemerintah untuk "segera menyelidiki" keadaan di mana tumpukan sampah tersebut mengubur orang-orang dan melukai beberapa lainnya.

Museveni mengatakan pada Sabtu bahwa ia telah menginstruksikan Perdana Menteri Robinah Nabbanja untuk mengoordinasikan pemindahan semua rumah tangga dari zona berbahaya tersebut, selain memastikan pemulihan yang mungkin, termasuk untuk orang-orang yang mungkin masih terperangkap di bawah tumpukan sampah.

"Pertanyaan pertama yang muncul adalah, 'Siapa yang mengizinkan orang untuk tinggal di dekat tumpukan yang berpotensi limbah beracun dan berbahaya ini?'" kata presiden dalam sebuah pernyataan yang diposting di X.

Museveni juga mengatakan bahwa ia telah memerintahkan pasukan militer khusus negara itu untuk memperkuat tim pencarian dan penyelamatan.

Pihak berwenang di Kampala menambahkan bahwa personel pemerintah dan Palang Merah secara aktif mencari di lokasi tersebut.

"Tim kami, bersama dengan lembaga pemerintah lainnya berada di lokasi untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memastikan area tersebut aman dan mencegah insiden lebih lanjut," kata mereka.

Otoritas Ibu Kota Kampala mengatakan bahwa "kegagalan struktural dalam massa sampah" menyebabkan runtuhnya sebagian dari tempat pembuangan sampah tersebut.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mungkin masih ada lebih banyak jenazah yang terperangkap di bawah tumpukan sampah yang runtuh setelah hujan deras.

Tempat pembuangan sampah Kiteezi, yang didirikan pada 1996, adalah tempat pembuangan sampah di utara Kampala tempat semua sampah dikumpulkan dari ibu kota.

Warga telah lama mengkhawatirkan limbah berbahaya yang telah menjadi bukit yang menjulang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.