Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penambang Timah di Belitung Beralih Profesi Budi Daya Kerapu

📅 Minggu, 11 Agu 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penambang Timah di Belitung Beralih Profesi Budi Daya Kerapu Doc: ANTARA/Kasmono/Apriliansyah
Ket. Budi daya kerapu di Belitung oleh masyarakat.

Tanjungpandan - Sejumlah penambang bijih timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beralih profesi mengembangkan budi daya ikan kerapu karena hasil usaha itu tersebut cukup menjanjikan meningkatkan ekonomi.

"Kami mencatat ada sejumlah penambang timah yang beralih profesi saat ini menjadi pembudi daya ikan kerapu," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Belitung, Rekie Irawan di Tanjung Pandan, Sabtu.

Menurut dia, penambang timah yang beralih profesi menjadi pembudi daya ikan kerapu tersebut karena tertarik dengan potensi dan hasil dari kegiatan budi daya tersebut yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia mencontohkan, pembudi daya kerapu dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Dusun Batu Mana, Desa Lassar, Kecamatan Membalong terdiri dari eks penambang bijih timah.

"Sekarang semakin banyak minat untuk membudayakan ikan kerapu ini seperti di Dusun Batu Mana, Desa Lassar banyak awalnya bermain Tambang Inkonvensional (TI) kini beralih menjadi pembudi daya kerapu," ujarnya.

Rekie menambahkan, hasil panen budi daya kerapu tersebut nantinya dijual kepada salah satu penampung di daerah itu untuk diekspor ke Hong Kong.

"Malahan sekarang ada fenomena pengepul yang berhutang ke pembudi daya, dalam arti para pembudi daya belum mau mengambil uang hasil penjualan tersebut misalnya ada Rp20 juta dan minta disimpan dulu maka nilai ekonomi dalam kegiatan budi daya ini sangat menjanjikan," kata Rekie.

Ia menambahkan, pihaknya mencatat saat ini ada sebanyak 110 Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang menjalankan aktivitas budi daya ikan kerapu menggunakan KJA.

Para pembudi daya tersebut, kata Rekie, tersebar di sejumlah titik yang menjadi kawasan sentra budi daya kerapu seperti Tanjung Rusa, Pulau Rengit, Lassar, Ulim, Batu Mana, dan Selat Nasik.

"Mereka membudidayakan semua jenis kerapu yang bernilai ekspor dengan tujuan Hong Kong," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini harga ikan kerapu jenis cantang ditetapkan Rp80 ribu per kilogram dan kerapu jenis cantik Rp120 ribu sampai Rp125 ribu per kilogram.

"Pada semester I 2024 kami telah mengekspor sebanyak 41,7 ton kerapu hidup menuju Hong Kong," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.