Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meningkatnya Suhu Malam Hari Membuat Miliaran Orang Berisiko Kena Gangguan Kesehatan dan Terpapar Penyakit

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 05:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meningkatnya Suhu Malam Hari Membuat Miliaran Orang Berisiko Kena Gangguan Kesehatan dan Terpapar Penyakit Doc: Antara/HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. Ilustrasi suhu ekstrem.

Istambul - Sebuah studi terbaru oleh Climate Central mengungkapkan bahwa perubahan iklim secara tidak proporsional mendorong kenaikan suhu pada malam hari, sehingga miliaran orang terpapar penyakit terkait panas dan gangguan lainnya.

Climate Central, sebuah kelompok independen yang meneliti dampak perubahan iklim dan pemanasan global, melaporkan bahwa suhu malam hari di musim panas telah meningkat sebesar 2,29 derajat Celcius (36,2F) antara tahun 1895 dan 2023.

Dibandingkan dengan peningkatan rata-rata global sebesar 1,1 derajat Celcius, suhu malam hari di musim panas meningkat dua kali lipat dari laju peningkatan rata-rata global.

Para ahli menyatakan bahwa malam yang lebih hangat dapat menyebabkan peningkatan penyakit akut dan kronis akibat panas.

Periode berkepanjangan suhu ekstrem, baik siang maupun malam, memberikan tekanan signifikan pada tubuh manusia, meningkatkan risiko penyakit terkait panas dan kematian.

Gelombang panas dapat sangat mempengaruhi kelompok besar orang dalam waktu singkat, seringkali menyebabkan krisis kesehatan masyarakat dan meningkatkan angka kematian.

Selain itu, peristiwa ini dapat memiliki konsekuensi sosial-ekonomi yang luas, termasuk kapasitas kerja yang berkurang dan produktivitas tenaga kerja yang menurun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, angka kematian terkait panas untuk orang di atas 65 tahun meningkat sekitar 85 persen antara 2000-2004 dan 2017-2021.

Antara 2000-2019, studi menunjukkan sekitar 489.000 kematian terkait panas terjadi setiap tahun, dengan 45 persen di antaranya terjadi di Asia dan 36 persen di Eropa. Peristiwa gelombang panas dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan kematian akut yang tinggi.

Pada 2003, 70.000 orang di Eropa meninggal akibat peristiwa yang terjadi pada Juni-Agustus, di mana suhu musim panas meningkat 20-30 persen lebih tinggi dari rata-rata musim lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.