Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

873 Hektare Tanaman Padi di Lebak Terancam Kekeringan

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 00:10 WIB | Oleh:
873 Hektare Tanaman Padi di Lebak Terancam Kekeringan Doc: ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Ket. Kondisi lahan persawahan yang mengalami kekeringan di Cibadak, Lebak, Banten, beberapa waktu lalu. Banten terancam kekeringan akibat kemarau panjang atau El Nino berdasarkan laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

RANGKASBITUNG - Seluas 873 hektare tanaman padi pada 14 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, terancam kekeringan akibat kemarau panjang atau El Nino berdasarkan laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

"Kami berupaya melakukan pemasangan pompa dan irigasi pompanisasi di lahan-lahan yang terdapat sumber mata air," kata Kepala bidang Produksi Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (8/8).

Seperti dikutip dari Antara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak optimistis tanaman padi yang terancam kekeringan itu bisa diselamatkan dengan pemasangan pompa dan irigasi pompanisasi khususnya di lahan-lahan yang terdapat sumber mata air permukaan Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, dan aliran sungai lainya.

Selain itu, di lahan-lahan yang tidak memiliki sumber mata air, kata Deni, dipastikan dibangun sumur bor dan pompa satelit. Dengan demikian, pihaknya meyakini ratusan hektare tanaman padi yang terancam kekeringan bisa menghasilkan panen pada Agustus-September 2024.

Deni mengatakan tanaman padi yang terancam kekeringan itu usianya rata-rata 40-70 hari setelah tanam. "Kami sekarang tengah melakukan pemasangan pompa dan irigasi pompanisasi di lahan kekeringan, tetapi memiliki sumber mata air," kata Deni.

Deni menyebutkan lahan seluas 873 hektare terancam kekeringan itu tersebar pada 14 kecamatan, yaitu Malingping, Wanasalam, Bayah, Banjarsari, Gunungkencana, Muncang, Cipanas, Sajira, Cimarga, Cikulur, Warunggunung, Cibadak, Kalanganyar, dan Maja.

Cegah Gagal Panen

Saat ini, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dan POPT terus mengoptimalkan pemantauan agar bisa dilakukan pemasangan pompa untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman kekeringan.

"Kami tetap mewaspadai kekeringan akibat kemarau itu agar tidak menimbulkan gagal panen," katanya.

Sementara itu, sejumlah petani di Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengatakan 50 hektare areal persawahan di daerah itu terancam kekeringan akibat kemarau panjang.

"Kami mengajukan pemasangan sumur bor dan pompa satelit untuk memenuhi ketersediaan air, karena tidak memiliki sumber mata air permukaan," kata Mista (60 tahun) seorang petani di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Sebelumnya, sejumlah petani di Kabupaten Lebak menggunakan pompa secara mandiri untuk mengatasi kekeringan di sawah dan tanaman alami gagal panen. "Kami sejak sepekan terakhir ini menggunakan pompa dengan kapasitas tiga inci untuk mengaliri tanaman padi seluas satu hektare," kata Didin (55) seorang petani di Blok Lalay Cibadak Kabupaten Lebak.

Areal tanaman padi di blok Lalay seluas 30 hektare usia padi rata-rata 30 hari setelah tanam, sehingga diperlukan adanya pengairan agar tumbuh subur dan bisa dipanen. Saat ini, musim kemarau atau El Nino yang mengakibatkan terjadi kekeringan sehingga mengancam gagal panen.

Karena itu, petani yang mampu secara mandiri menggunakan pompa dengan menyedot air dari Kali Cisangu agar terpenuhi ketersediaan pasokan air. "Kami terpaksa memanfaatkan pompa dengan biaya sendiri agar tanaman padi bisa dipanen. Bahkan, sejak sepekan ini sudah habis membeli bahan bakar 350 ribu rupiah," kata Dindin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.