Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Bantah Keberadaan Kapalnya di Sabina Shoal Ilegal

24 Selasa, 06 Agu 2024, 02:59 WIB | Oleh:
Filipina Bantah Keberadaan Kapalnya di Sabina Shoal Ilegal Filipina Bantah Keberadaan Kapalnya di Sabina Shoal Ilegal Doc: Philippine Coast Guard
Ket. Distribusikan Bantuan l Perahu karet dari kapal Penjaga Pantai Filipina BRP Teresa Magbanua sedang mendistribusikan bahan bakar pada kapal nelayan dan kapal patroli perikanan Filipina dekat Sabina Shoal, LTS, pada Minggu (4/8).

MANILA - Penjaga Pantai Filipina pada Senin (5/8) membantah tuduhan Tiongkok bahwa sebuah kapal Filipina telah terdampar secara ilegal di sebuah beting di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang diklaim oleh kedua negara.

Juru bicara Pasukan Penjaga Pantai Tiongkok, Gan Yu, mengatakan pada Minggu (4/8) bahwa beberapa kapal patroli perikanan dan kapal nelayan Filipina telah berkerumun di perairan dekat kapal Penjaga Pantai Filipina dengan nomor lambung 9701, yang terdampar secara ilegal di terumbu karang Xianbin.

Terumbu Xianbin adalah nama Tiongkok untuk Sabina Shoal, sebuah dataran rendah yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly dan terletak di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. Filipina menyebutnya sebagai Escoda Shoal yang jaraknya sejauh 140 kilometer dari Pulau Palawan di Filipina.

ZEE memberikan hak eksklusif kepada negara pantai untuk mengatur kegiatan penangkapan ikan, mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam di dalam perairan, dasar laut, dan dasar tanah di dalam zona tersebut, menurut Konvensi Hukum Laut PBB, atau UNCLOS.

"Keberadaan kapal-kapal Filipina di terumbu Xianbin melanggar kedaulatan teritorial dan hak-hak serta kepentingan maritim Tiongkok, melanggar Deklarasi Perilaku Para Pihak di LTS, serta merusak perdamaian dan stabilitas di LTS," ungkap Gan.

"Pasukan Penjaga Pantai Tiongkok mengikuti dan memantau kapal-kapal Filipina sesuai dengan hukum dan secara efektif mengendalikannya," imbuh Gan.

Sementara itu pihak Penjaga pantai Filipina menolak tuduhan Tiongkok dengan seorang juru bicaranya yang mengatakan bahwa kapal penjaga pantai dengan nomor lambung 9701 tidak terdampar di Escoda Shoal.

Komodor Jay Tarriela mengatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal BRP Teresa Magbanua yang sengaja dikerahkan untuk mempertahankan kehadiran Filipina dan memastikan perlindungan wilayah Laut Filipina Barat, mengacu pada bagian LTS yang berada di dalam ZEE Filipina.

"Mengingat hak kedaulatan kami di perairan ini, pasukan Penjaga Pantai Filipina dapat tetap berada di sana selama diperlukan," kata Tarriela. "Dalam beberapa hari terakhir, penjaga pantai kami telah mengirimkan perahu karet dari BRP Teresa Magbanua untuk mendistribusikan bantuan bahan bakar ke kapal-kapal nelayan Filipina di daerah tersebut," imbuh dia.

Dugaan Perebutan

Penjaga Pantai Filipina sebelumnya mengatakan bahwa kapal respon multi-peran berbobot 2.260 ton BRP Teresa Magbanua telah memantau Sabina Shoal sejak April setelah ada dugaan bahwa Tiongkok mungkin berusaha untuk merebut kembali terumbu karang ini.

Pada Mei lalu, Filipina menuduh bahwa Tiongkok mungkin melakukan pembangunan pulau ilegal di Sabina Shoal karena karang-karang yang dihancurkan telah dibuang di sana yang diduga merupakan sebuah indikasi awal dari reklamasi lahan.

Dugaan ini diperkuat setelah citra satelit yang disediakan oleh perusahaan pencitraan bumi Planet Labs dan analis intelijen sumber terbuka (OSINT) mengatakan bahwa kapal penjaga pantai terbesar di dunia dengan nomor lambung 5901 milik Penjaga Pantai Tiongkok yang dijuluki "The Monster" karena ukurannya, telah berada di daerah tersebut sejak awal Juli lalu

Beijing mengatakan bahwa kapal "The Monster" seberat 12.000 ton yang dipersenjatai dengan baik itu sedang melakukan kegiatan penegakan hukum yang sah Tiongkok, namun Manila mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk mengintimidasi kapal-kapal Filipina yang jauh lebih kecil, walau kapal "The Monster" Tiongkok tersebut tidak mengganggu distribusi bahan bakar Filipina, kata Jay Tarriela.

Filipina pernah dengan sengaja mengkandaskan kapalnya ke terumbu karang di masa lalu. Pada tahun 1999, Filipina dengan senjaga mengkandaskan sebuah kapal perang yang sudah usang ke terumbu karang yang disengketakan lainnya yaitu Second Thomas Shoal, untuk memperkuat klaimnya di sana.

Misi pengiriman pasokan Filipina untuk tentaranya yang ditempatkan di atas kapal yang sudah berkarat itu telah menjadi titik konfrontasi antara Manila-Beijing dengan kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok mencoba menghentikan setiap misi pengiriman pasokan itu dalam beberapa bulan terakhir.RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...
Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.