Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

E-commerce Tiongkok Temu Sudah Daftar Merek Tiga Kali agar Masuk RI

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 22:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
E-commerce Tiongkok Temu Sudah Daftar Merek Tiga Kali agar Masuk RI Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari (kanan) dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Jakarta - Platform e-commerce asal Tiongkok, Temutelah melakukan tiga kali pendaftaran merek dagang ke Kementerian Hukum dan HAM sejak September 2022 agar bisa masuk dan beroperasi di Indonesia.

Staf Khusus MenteriKoperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi KreatifFiki Sataridalam diskusi media di Jakarta, Selasa,mengungkapkan upaya berulang Temu itu gagal karena sudah ada merek serupa yang beroperasi di Indonesia.

"Namun, ini terus dibanding," ucap Fiki.

Temu adalah aplikasi e-commerce yang menawarkan berbagai produk mulai dari fesyen, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Fiki mengungkapkan kekhawatirannya jika aplikasi belanjaonlineasal Tiongkok tersebut benar-benar masuk ke Indonesia.

Pasalnya, platform tersebut mengadopsi model bisnis yang menghubungkan langsung konsumen dengan pabrik, yang memungkinkan mereka menawarkan harga yang jauh lebih murah.

Dengan jaringan yang sudah menjangkau 80 pabrik di Tiongkok, aplikasi tersebut dinilai berpotensi besar mematikan bisnis UMKM Indonesia, karena mereka bakal sulit bersaing dengan produk impor yang dijual sangat murah.

Fiki menyebut Temu saat ini sudah beroperasi di 48 negara, termasuk negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, hingga pasar besar seperti Amerika Serikat.

Meski demikian, Fiki mengatakan bahwa model bisnis yang menghubungkan pabrik dengan konsumen secara langsung itu tidak sesuai dengan kebijakan perdagangan Indonesia.

"Ada aturan Permendag Nomor 31 Tahun 2023, revisi Permendag 50 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa jika barangnyacross-border, impor dibatasi 100 dolar AS," ujar dia.

Kementerian Koperasi dan UKM berharap Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan para pemangku kebijakan terkait bersinergi mencegah masuknya lokapasar ataumarketplaceTemu dari Tiongkok itu masuk ke Indonesia, demi melindungi para pelaku usaha, terutama UMKM dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.