Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulbar Jadikan Desa Beroangin sebagai Sentra Pengembangan Sapi

📅 Senin, 05 Agu 2024, 00:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulbar Jadikan Desa Beroangin sebagai Sentra Pengembangan Sapi Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulbar
Ket. Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin mengunjungi sentra pengembangan sapi Bali di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Minggu (4/8/2024).

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadikan Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), sebagai sentra pengembangan sapi Bali di wilayahnya.

Penjabat Gubernur SulbarBahtiar Baharuddin di Mamuju, Sulbar, Minggu, mengatakan Pemprov Sulbar telah memperluas areal pengembangan pembibitan ternak sapi Bali di Desa Beroanginsekitar lima hektare.

Ia mengatakan areal pengembangan ternak milik Pemprov Sulbar tersebut akan dijadikan sentra pengembangan sapi Bali agar dapat mendorong peningkatan sumber pendapatan asli daerah (PAD) Sulbar.

"Harga sapi Bali ketika dipasarkan sekitar Rp15 juta sampai Rp25 juta per ekor, sehingga akan mendorong peningkatan PAD Sulbar, karena saat ini telah terdapat sekitar 180 ekor induk sapi Bali yang dikembangkan di Desa Beroangin," katanya.

Menurut dia, pengembangan sapi Bali tersebut sangat menjanjikan untuk membangun ekonomi daerah karena pasarnya sangat jelas, apalagi Sulbar merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

"Sulbar diupayakan menjadi penyangga kebutuhan pangan di IKN, sehingga sektor peternakan harus dibangun dengan mengembangkan sapi Bali," katanya.

Ia juga berharap sarana pembibitan sapi di Polman tersebut mampu meningkatkan populasi ternak sapi di Sulbar yang mencapai 89.569 ekor tersebar di enam kabupaten Sulbar.

"Segala fasilitas akan terus dilengkapi dilokasi pembibitan sapi Bali tersebut seperti sarana air bersih maupun fasilitas untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan pakan ternak untuk bibit sapi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.