Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keluarga Warga Lombok Dibunuh KKB Minta Perhatian Perusahaan

📅 Senin, 05 Agu 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keluarga Warga Lombok Dibunuh KKB Minta Perhatian Perusahaan Doc: ANTARA/HO/Satgas Damai Cartenz
Ket. Aparat keamanan saat mengevakuasi jenazah Abdul Muzakir (32 th), warga Kabupaten Lombok Timur, NTB, korban pembunuhan KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (31/7/2024).

Mataram - Keluarga almarhum Abdul Muzakir (32 th), warga Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, meminta perhatian dari pihak perusahaan tempat korban bekerja.

"Harapan dari pihak keluarga dari perusahaan ada sekedar bela sungkawa. Terlebih dia (korban) mengalami kecelakaan tragis saat melaksanakan pekerjaan," kata Kepala Desa Lendang Nangka Lalu Muhammad Isnainiketika dihubungi dari Mataram, Minggu.

Hingga saat ini, kata dia, pihak keluarga korban belum dihubungi oleh pihak perusahaan. Hanya beberapa rekan korban yang kebetulan satu kampung yang sudah sempat berkomunikasi melalui sambungan telepon genggam.

Menurut Muhammad, korban diketahui bekerja di perusahaan yang memperkerjakan banyak orang sehingga dipastikan memiliki izin dan ada kewajiban mendaftarkan karyawan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Dia (korban) juga kecelakaan kerja, mungkin ada terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan karena ini perusahaan besar pasti punya izin dan memperkerjakan banyak pekerja," ujarnya.

Terkait kematian korban, kata dia, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas karena sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT.

Meskipun demikian, pihak keluarga sangat berharap perhatian dari pemerintah dan perusahaan. Sebab, almarhum Abdul Muzakir adalah anak paling tua dari tiga bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga.

Almarhum diketahui sudah bekerja di Papua Pegunungan sejak lima tahun lalu. Dia direkrut bersama sejumlah warga Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, untuk bekerja di pengolahan kayu.

"Almarhum masih muda dan belum menikah dan menjadi tulang punggung keluarga karena anak pertama dari pasangan Mushap dan Mahnun. Ayahnya sudah usia lanjut, sekitar 65 tahun, ibunya hanya di rumah, tidak bekerja," ucapnya.

Muhammad mengatakan sebelum kejadian pembunuhan, Abdul Muzakir sempat berkomunikasi dengan orang tuanya melalui sambungan telepon genggam. Dia menanyakan tentang kondisi kesehatan ayah dan ibu serta dua saudaranya.

"Tapi sekarang, kami bersama keluarga menerima kabar duka dan sekarang sedang fokus mengurus sembilan hari almarhum. Bahkan, orang tuanya tidak bisa melihat anaknya untuk terakhir kali karena langsung dimakamkan di Yahukimo," katanya.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan KKB membunuh seorang sopir dan membakar truknya di Kampung Masi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Insiden yang terjadi pada Rabu (31/7) itu berawal saat korban Abdul Muzakir (32 th) yang mengemudikan truk hendak mengambil kayu di Kampung Masi, sambil mengangkut 16 orang warga kampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.