Perbanas Sebut CFO Forum Buka Ruang Diskusi untuk Antisipasi Kondisi Global
Minggu, 04 Agu 2024, 18:34 WIBJAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan penyelenggaraan "Perbanas CFO Forum II 2024" bertujuan membuka ruang diskusi di antara para pemimpin perusahaan keuangan, khususnya chief financial officer (CFO), untuk mengantisipasi kondisi global yang terus berubah.
"Forum ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana CFO dan pemimpin keuangan lainnya dapat mengantisipasi dunia yang terus berubah dengan mengadopsi praktik-praktik keuangan yang baik, memanfaatkan kemajuan teknologi, dan membangun ketahanan terhadap ketidakpastian ekonomi global maupun nasional," kata Kartika atau akrab disapa Tiko melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.
Perbanas memandang CFO modern harus mampu melampaui angka dan laporan keuangan serta menjadi penggerak utama dalam membangun strategi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Kepemimpinan keuangan yang efektif tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset dan liabilitas, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk mendukung inisiatif berkelanjutan, mengadopsi teknologi baru, mengelola risiko dengan cermat, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang.
Perbanas CFO Forum II 2024 diselenggarakan di Sanur, Bali, pada 1-3 Agustus 2024 dengan mengangkat tema "Navigating for Sustainability: Financial Leadership in a Changing World".
Forum itu dihadiri oleh CFO perbankan nasional, perwakilan regulator/Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan beberapa asosiasi.
Para pemangku kepentingan di dalam forum tersebut diharapkan berbagi pengetahuan, wawasan, dan pendekatan praktis untuk mengelola perbankan menjadi industri yang siap menuju masa depan, yang lebih berkelanjutan, dan sejahtera.
Dengan kehadiran para ahli industri, pemimpin bisnis, dan praktisi keuangan perbankan, Perbanas CFO Forum dinilai menjadi platform yang ideal untuk berbagi wawasan, memperluas jaringan profesional, dan menemukan solusi inovatif untuk tantangan keuangan masa depan.
Beberapa tema yang jadi pembahasan utama antara lain, "CFO Dynamic Balancing Short-Term and Long Term Business Goals", "Transformation and Organizational Change", "Effective Digital Leadership", serta "Data/Cyber Security Strategy for Banking Institution".
Terkait dengan isu di bidang keamanan siber (cyber security), Perbanas menyampaikan bahwa industri perbankan Indonesia berkomitmen penuh untuk memerangi segala bentuk praktik perjudian daring (online) yang merugikan masyarakat dan perekonomian.
Bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK, Perbanas menegaskan tidak ada satu pun bank yang mendukung aktivitas perjudian online. Industri perbankan bertekad untuk melawan praktik ilegal ini dan mengambil langkah tegas dalam upaya pemberantasan tersebut.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, perbankan telah diperintahkan untuk melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 6.000 rekening yang diindikasikan terkait dengan transaksi judi online.
Di sisi lain, OJK bersama perbankan juga terus berupaya untuk meningkatkan efektivitas penerapan program antipencucian uang (APU), pencegahan pendanaan terorisme (PPT), dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (PPPSPM).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 dan Elpiji 5,5 Kg Jadi Rp107.000
-
Aksi Kamisan ke-900 di Jakarta
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
-
Efek MotoGP Indonesia Tembus Triliunan, Ekonomi Daerah Tancap Gas!
-
Menteri PKP: Pembangunan Rusun Kolaborasi Negara dan Swasta Jadi Solusi Penyediaan Hunian Layak
-
Wapang TNI: Koperasi Desa Merah Putih Harus Dipercepat
-
Kota Bogor Ingin Ada Solusi Berkelanjutan Terkait Sampah Lintas Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.