Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bawaslu Jateng Bershalawat, Kajati Jateng dan Habib Syech Tegas Tolak Politik Uang di Pilkada 2024

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 03:31 WIB | Oleh:
Bawaslu Jateng Bershalawat, Kajati Jateng dan Habib Syech Tegas Tolak Politik Uang di Pilkada 2024 Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
Ket. Kajati Jawa Tengah Ponco Hartanto, menghadiri kegiatan Bawaslu Jateng Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, di Simpang Lima Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/8) malam.

SEMARANG - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kajati Jateng), Ponco Hartanto, menghadiri kegiatan Bawaslu Jateng Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, yang digelar di Simpang Lima Semarang pada Jumat (2/8).

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah (Bawaslu Jateng) ini bertujuan menguatkan persatuan dan kesatuan masyarakat melalui kegiatan religius.

Kajati Jateng Ponco menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi di tengah-tengah masyarakat.

"Bershalawat bukan hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Kajati Jateng Ponco, di sela kegiatan.

Kajati Jateng Ponco mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta memeriahkan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan walikota (Pilwakot) yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses demokrasi berjalan baik dan lancar. Mari kita jadikan Pilkada dan Pilwakot sebagai momentum untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi daerah kita," tandas Kajati Jateng Ponco.

Hal senada juga disampaikan Habib Syech. Dia mengimbau masyarakat bisa menolak serangan fajar atau politik uang bila diberikan oleh salah satu kandidat calon dalam Pilkada 2024.

Habib Syech menegaskan serangan fajar atau politik uang merupakan praktik yang merusak integritas dan moralitas demokrasi.

"Jangan mau terima politik uang. Menolak politik uang. Orang yang eman-eman tentang hal itu (politik uang) dia telah mengorbankan bangsa ini selama 5 tahun, termasuk orang yang menghancurkan negeri ini. Kedua jangan menyebar hoaks di wa (whatsapp) atau di media sosial. Jangan menjatuhkan orang lain," ujar Habib Syech.

Menurut Habib Syech, memilih pemimpin harus didasarkan pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan, bukan karena iming-iming uang atau materi.

"Ojo ribut wae neng pemilihan. Anda memilih siapa pasti baik buat Anda, orang lain milih siapa pasti baik buat mereka. Tidak usah disalahkan," tegas Habib Syech.

Habib Syech berharap Pilkada 2024 dapat menjadi momen demokrasi yang membanggakan bagi Indonesia, di mana setiap warga negara bisa menyalurkan hak pilihnya dengan bebas dan bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.