Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi HIV/AIDS, Lapas Sampit Skrining Kesehatan Warga Binaan

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi HIV/AIDS, Lapas Sampit Skrining Kesehatan Warga Binaan Doc: ANTARA/HO-Lapas Sampit
Ket. Sejumlah warga binaan Lapas Sampit jalani skrining kesehatan, Kota Sampit (1/8/2024).

SAMPIT -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melaksanakan skrining kesehatan kepada warga binaan sebagai upaya pencegahan maupun antisipasi penularan penyakit HIV/AIDS.

"Skrining kesehatan ini untuk mendeteksi dini adanya penyakit HIV/AIDS di lingkungan lapas, sehingga kami dapat memberikan perawatan yang tepat kepada warga binaan yang terinfeksi serta mencegah penularan terhadap warga binaan lainnya," kata Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Meldy Putera di Sampit, Sabtu (3/8).

Sebanyak 25 warga binaan pemasyarakatan menjalani skrining kesehatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan warga binaan, serta menjaga lingkungan lapas yang aman dan sehat.

Apalagi ruang lingkup lapas yang terbatas dengan jumlah warga binaan yang padat bahkan melampaui kapasitas dapat mempercepat penularan penyakit.

Pasalnya, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Sampit saat ini lebih dari 900 orang, padahal kapasitas maksimal lapas itu idealnya hanya 220 orang.

"Diharapkan dengan adanya skrining rutin bisa mendeteksi dini adanya penyakit, sehingga penanganannya bisa lebih cepat untuk menghindari terjadinya penularan," pungkasnya.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir.

Virus ini bisa ditularkan melalui kontak cairan tubuh, seperti cairan vagina atau sperma saat melakukan aktivitas seksual, penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Dalam skrining kesehatan ini petugas kesehatan dari Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Sampit bekerja sama dengan Puskesmas Ketapang I. Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Endah dari Puskesmas Ketapang I dan diawasi oleh dr. Kaharudin selaku dokter yang bertugas di Klinik Pratama Lapas Sampit.

Petugas medis melaksanakan skrining dengan metode pemeriksaan sampel darah pasien yang dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk kemudian diteliti di laboratorium.

Tes ini mencari antibodi dan antigen HIV dalam darah pasien. Antigen adalah bagian dari virus HIV yang memicu sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan infeksi. Sebelum diambil sampel darahnya terlebih dahulu dilakukan konseling kepada para warga binaan ini.

Konseling dilakukan untuk membantu persiapan pemeriksaan dan antisipasi terhadap hasil tes, agar warga binaan memahami dan bisa lebih bertanggung jawab pada kesehatan diri dan resiko penularan apabila terdapat hasil tes positif.

Jika hasil skrining diketahui ada indikasi warga binaan menderita HIV, maka pihak Lapas akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah warga binaan yang dicurigai benar sakit HIV atau tidak.

Dalam kesempatan tersebut, Meldy menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi pemerintah daerah melalui Puskesmas Ketapang I yang selama ini sering melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan Lapas Sampit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.