Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Pemkab Berhasil Turunkan Angka Kasus Stunting di Kudus

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 18:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Pemkab Berhasil Turunkan Angka Kasus Stunting di Kudus Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti saat menghadiri acara Rembuk Stunting di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (30/7/2024).

Kudus - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, berhasil menurunkan angka kasus stuntingdari data tahun 2023 sebanyak 4,05 persen menjadi 4,04 persen menyusul adanya dukungan dari berbagai pihak.

"Berdasarkan data dari E-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) atau penimbangan serentak yang dilakukan di posyandu dan puskesmas di Kabupaten Kudus periode Januari-Juni 2024 kasus balita stunting turun menjadi 4,04 persen, atau masih ada balita stunting sebanyak 2.367 anak," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti saat menghadiri acara Rembuk Stunting di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa.

Sementara sasaran balita yang ditimbang, kata dia, totalnya mencapai 58.539 balita.

Meskipun terjadi penurunan, kata dia, perlu kerja lebih keras agar penurunan stunting di Kudus bisa lebih maksimal dengan melibatkan semua pihak, baik dari keluarga, perusahaan, fasilitas kesehatan, maupun pemerintah.

Upaya yang dilakukan selama ini, lanjutnya, antara lain dengan penguatan kegiatan penyuluhan, pengelolaan pelayanan gizi masyarakat, pengelolaan lingkungan yang sehat, pembinaan pelayanan KB, serta pengelolaan pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

"Harapannya bisa menurunkan angka stunting di Kudus minimal sesuai target nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar 14 persen dari data tahun 2023 sebesar 15,7 persen," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Andini Aridewi menambahkan dasar penetapan angka kasus stunting oleh pemerintah pusat sesuai hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) yang saat ini diganti survei kesehatan Indonesia (SKI).

"Dasar penentuan angka stunting secara nasional oleh Kementerian Kesehatan tersebut, sifatnya sampel dan Kabupaten Kudus pada tahun 2023 angkanya masih cukup tinggi mencapai 15,7 persen," ujarnya.

Sementara berdasarkan E-PPGBM dengan menghadirkan balita ke posyandu maupun puskesmas untuk dilakukan penimbangan, kata dia, angka stunting hanya 4,04 persen atau turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4,05 persen.

"Bahkan tingkat kedatangan balita untuk dilakukan pengukuran mencapai 99,8 persen atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya hanya 85 persen. Kami tetap berkomitmen untuk menurunkan kasus stunting di Kudus dengan menggandeng berbagai pihak," ujarnya.

Pemkab Kudus juga meminta perusahaan memberikan dispensasi izin bagi karyawan yang memiliki balita stunting untuk dilakukan pengobatan hingga rujukan secara berjenjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.