Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Motivasi Semangat Mensos Risma Bantu Edi Bangkit dari Keterpurukan Hingga Jadi Wirausahawan Sukses

📅 Senin, 29 Jul 2024, 12:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Motivasi Semangat Mensos Risma Bantu Edi Bangkit dari Keterpurukan Hingga Jadi Wirausahawan Sukses Doc: Dok. Kemensos
Ket. Bong Sak Hiong atau yang biasa dipanggil Bang Edi (51) seorang pedagang minuman jus dan es campur di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Sentra Terpadu Pangudi Luhur (SPTL) milik Kementerian Sosial. 

Bong Sak Hiong atau yang biasa dipanggil Bang Edi (51) berhasil bangkit dari keterpurukan berkat bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bang Edi merupakan seorang pedagang minuman jus dan es campur di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Sentra Terpadu Pangudi Luhur (SPTL) milik Kementerian Sosial.

Edi menceritakan bagaimana bantuan Kemensos yang diterimanya tahun 2021 mengubah hidupnya. Ia pernah merasakan kerasnya kehidupan di jalanan setelah ditinggalkan oleh keluarganya dan sempat menjadi pemulung apa saja untuk bertahan hidup.

"Pertolongan Tuhan, datang melalui Bu Risma. Kini jalan hidup saya berubah," kata Edi saat membuka percakapan.

"Dulu jadi pemulung karena usaha bangkrut. Lontang-lantung di Jakarta. Lalu ketemu Bu Risma dan diajak ke STPL Bekasi ini," lanjut pria yang berasal dari Kalimantan Barat itu.

Edi tidak tahu persis di ruas jalan mana bertemu Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, karena saat itu pikirannya sedang kalut dan bingung. Ia juga belum mengetahui kondisi jalan di Jakarta, yang dilakukan saat itu hanyalah jalan semaunya tidak tentu tujuan.

Tiba-tiba saja bertemu Mensos Risma yang diam-diam sering blusukan, baik siang dan malam hari untuk melihat kondisi masyarakatnya. Mensos Risma kemudian turun dari kendaraan dan meminta stafnya untuk membawa Edi ke sentra milik Kemensos. Edi kemudian ditempatkan di STPL Bekasi.

Tidak sekedar dibawa, Edi mendapat tempat tinggal yang layak secara cuma-cuma di STPL Bekasi. Edi juga diberi modal usaha dan kios lengkap dengan berbagai peralatan untuk berjualan. Bantuan tersebut mencakup etalase, blender, dispenser, termos, talenan, pisau, dan gelas karena Edi ingin membuka usaha jus buah, serta uang belanja buah-buahan sebesar Rp 300.000.

Awalnya tidak mudah bagi Edi untuk berjualan jus. Masih merebaknya Covid-19 di tahun 2021, menyebabkan usahanya sepi pembeli. Tidak ada pembeli yang mampir ke kiosnya. Namun seiring kondisi yang semakin membaik, jus buah Edi mulai dikunjungi pembeli. Rasanya yang enak, serta racikannya yang pas tidak terlalu hambar dan tidak terlalu manis, menyebabkan jus buah Edi semakin banyak pelanggan. Edi pun membuka es campur yang rasanya juga oke. Pelanggannya semakin bertambah.

"Ssttt…. Omset sekarang sudah mencapai Rp 15 juta - Rp 25 juta per bulan," ujar Edi setengah berbisik sambil tersenyum.

Kini Edi sudah bisa menabung serta membeli mesin press untuk gelas jus, kulkas, dan mesin mini pembuatan es batu. Edi membuktikan, keuletan dan kegigihan dalam berusaha bisa mengubah hidup seseorang. Edi juga menjadi saksi, bantuan Kemensos sangat bermanfaat karena bisa mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Berkat bantuan Mensos Risma, Edi bisa menata hidupnya kembali menjadi jauh lebih baik.

(IKN/TSR)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.