Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Bertekad Jadi Mitra Dialog Asean

📅 Minggu, 28 Jul 2024, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Turki Bertekad Jadi Mitra Dialog Asean Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kiri) menyampaikan keterangan pers bersama Menlu Turki Hakan Fidan (kanan) di Ankara, Turki, Rabu (1/5/2024).

Ankara - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Jumat (26/7), mengatakan bahwa Ankara bermaksud menjadi mitra dialog Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).

"Tujuan Turki adalah menjadi mitra dialog Asean," kata FIdan, yang berada di Vientiane, ibu kota Laos, untuk menghadiri pertemuan keenam Kemitraan Dialog Sektoral Turki-Asean, yang berlangsung di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean (AMM) ke-57.

"Ini akan memungkinkan kita untuk mengadakan dialog dan kerja sama yang lebih inklusif dan terstruktur dengan Asean," katanya.

Fidan menunjukkan bahwa Ankara telah mengembangkan agenda kebijakan bilateral yang mencakup dialog politik dan kerja sama regional yang berfokus pada pembangunan dengan mitra internasional mereka.

"Asean adalah salah satu mitra internasional tersebut," ungkapnya.

Menunjuk bahwa Turki menyadari peran utama Asean di kawasan Asia-Pasifik dan Samudra Hindia, Menlu Turki itu menyatakan: "Kami ingin sepenuhnya memanfaatkan potensi yang ada baik di area kerja sama tradisional maupun baru. Ini adalah waktu yang tepat untuk mendiversifikasi kolaborasi kami dan memperluas cakupannya."

Mencatat bahwa kenaikan biaya energi, peningkatan inflasi, dan krisis pangan global yang akan datang membutuhkan kerja sama internasional yang lebih transparan, adil dan inklusif, Fidan menyoroti bahwa kawasan Asia-Pasifik menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang unik.

"Dalam lanskap yang kompleks ini, Turki mempromosikan kepemilikan regional dan mendukung multilateralisme yang efektif. Ini karena perdamaian dan pembangunan merupakan proses yang saling memperkuat," katanya.

Menunjuk bahwa tatanan internasional menghadapi guncangan dan gangguan sistematis, dia menyatakan: "Ketika persaingan antara kekuatan besar meningkat, persamaan geopolitik yang kompleks muncul."

"Dampak perang di Ukraina yang terus berlanjut menunjukkan bahwa jarak tidak melindungi kita dari kejadian susulan," tambahnya.

Fidan menggarisbawahi bahwa sementara pertemuan diadakan untuk membahas kerja sama demi perdamaian dan pembangunan, warga Palestina dipaksa menanggung tragedi besar.

Menyatakan bahwa Israel terus melanggar hukum internasional, menyinggung hati nurani manusia, dan merusak perdamaian dan stabilitas dengan kekejamannya, Fidan menyoroti bahwa eskalasi ketegangan geografis masih menjadi kemungkinan.

"Tantangan terang-terangan Israel terhadap hukum internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB dan tindakan sementara dari Mahkamah Internasional, menyoroti kekurangan tatanan internasional saat ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.