Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Giatkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi di Pekalongan

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Giatkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi di Pekalongan Doc: ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Ket. Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan gerakan pangan murah di Pekalongan, Jumat (26/7/2024).

Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggiatkan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah itu menguntungkan masyarakat selaku konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

"Kami sediakan 100 paket sembako yang dijual Rp90 ribu per paket. Paket sembako tersebut berisikan beras 5 kilogram, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir," katanya.

Menurut dia, pada kegiatan Gerakan Pangan Murah itu dipastikan harga paket sembako yang dijual di bawah harga pasar, terutama beras, telur, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih.

Harga bawang merah di pasaran biasanya dijual Rp25 ribu per kilogram tetapi di kegiatan Gerakan Pangan Murah hanya Rp17 ribu per kilogram.

"Kami langsung mendatangkan bawang merah itu dari produsen (petani) Temanggung sehingga harganya bisa lebih murah," katanya.

Lili mengatakan pihaknya tidak memberlakukan pembelian dengan sistem kupon maupun batasan tetapi masyarakat bisa langsung membeli ke stan yang menyediakan bahan pangan yang dibutuhkan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan sebelumnya kegiatan gerakan pangan murah ini sering diadakan oleh pemerintah daerah.

"Saat ini gerakan pangan murah dilaksanakan dalam rangka HUT Ke-3 Bapanas 2024. Kegiatan ini selalu ditunggu masyarakat terutama untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di pasaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.