The Fed Tegaskan Netralitas dalam Pemilu AS

Sabtu, 13 Jul 2024, 00:01 WIB

WASHINGTON - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell pada hari Rabu (10/7) menegaskan bank sentral itu akan mengambil keputusan berdasarkan data ekonomi dan tidak akan mempertimbangkan faktor politik, saat The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga menjelang pemilihan umum (pemilu) AS pada 5 November mendatang.

"Kami mengambil keputusan berdasarkan data ekonomi, perkembangan prospek dan keseimbangan risiko. Kami tidak mempertimbangkan hal lain, faktor lain apa pun, termasuk faktor politik," ujar Powell saat menjawab pertanyaan dalam sesi dengar pendapat Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

Ket. Foto: Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menghadiri konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat, baru-baru ini. — Sumber: istimewa

"Kami tidak memandang hal lain seperti siklus pemilu. Kami tidak melihat hal-hal semacam itu. Kami mengamati data," tutur kepala The Fed tersebut.

Dikutip dari Antara, pertemuan The Fed selanjutnya dijadwalkan digelar pada 30-31 Juli. Para pejabat diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level tertinggi dalam 22 tahun, yaitu di kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen, yang telah disetujui pada Juli tahun lalu.

Fed Watch Tool dari Chicago Mercantile Exchange (CME) Group, yang berperan sebagai barometer ekspektasi pasar terhadap target suku bunga acuan The Fed, menunjukkan hingga Rabu, probabilitas The Fed untuk mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pada Juli mencapai lebih dari 95 persen.

Kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam pertemuan pada September mendatang mencapai 70 persen.

Powell mengindikasikan keputusan The Fed semakin mengarah pada pemangkasan suku bunga, namun diperlukan keyakinan yang lebih besar perihal perkembangan inflasi sebelum mengambil tindakan semacam itu.

"Kami ingin lebih percaya diri, kami ingin memiliki keyakinan yang lebih besar, dan hal itu berarti lebih banyak angka inflasi yang positif bahwa inflasi turun secara berkelanjutan ke angka 2 persen," urai Powell.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditure/PCE) AS, indikator inflasi acuan The Fed, naik 2,6 persen pada Mei dari setahun lalu, masih lebih tinggi dari target inflasi jangka panjang bank sentral tersebut.

Powell juga menyoroti mandat ganda yang diemban oleh bank sentral itu, yakni stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja yang maksimal. "Saya ingin mengatakan kami saat ini berada pada titik di mana risiko terkait dua mandat tersebut jauh lebih seimbang dibandingkan sebelumnya," kata Powell.

"Ini berarti tidak hanya soal menurunkan inflasi. Pekerjaan (untuk menurunkan inflasi) masih belum selesai. Masih ada lebih banyak pekerjaan untuk hal itu, namun pada saat yang sama kami perlu memperhatikan pasar ketenagakerjaan. Jadi, kami telah mengamati pelemahan yang signifikan dalam pasar ketenagakerjaan," urainya.

Laporan ketenagakerjaan bulanan terbaru menunjukkan tingkat pengangguran di AS naik ke angka 4,1 persen pada Juni, jauh lebih tinggi dari 3,6 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Dalam notulen rapat kebijakan bulan Juni yang dirilis pekan lalu, para pejabat The Fed AS menyebut "penurunan kondisi pasar ketenagakerjaan yang signifikan" sebagai salah satu risiko yang berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi.

Pada hari Selasa (9/7), Powell menghadiri sidang dengar pendapat di hadapan Komite Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan Senat AS. Dia memaparkan Laporan Kebijakan Moneter Enam Bulanan kepada Kongres saat menghadiri sidang dengar pendapat di hadapan sejumlah komite Senat dan DPR AS selama dua hari.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.