Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jakarta Diajak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan dari Sampah

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jakarta Diajak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan dari Sampah Doc: ANTARA/Ho-Sekwan DPRD DKI
Ket. Petugas saat membersihkan saluran air dari sumbatan sampah di Jakarta.

Jakarta - Komisi D DPRD DKI Jakarta mengajak warga secara rutin bergotong royong membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar tempat tinggal masing-masing untuk mengantisipasi banjir di tengah cuaca ekstrem.

"Untuk menghadapi cuaca ekstrem, masyarakat mulai gotong royong di setiap RT, minimal satu minggu sekali," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, budaya gotong royong harus terus digelorakan di antaranya untuk mengantisipasi banjir dan genangan air di lingkungan permukiman penduduk.

Tidak hanya itu, Syarif juga mengingatkan warga untuk mengindahkan larangan tidak membuang sampah sembarangan yang menjadi faktor tersumbatnya saluran air.

"Masyarakat harus mulai meninggalkan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga diimbau mengoptimalkan pengoperasian sarana dan prasarana pengendali banjir, seperti menyiagakan alat berat untuk membersihkan lumpur dan pengerukan sungai serta waduk yang ada di wilayah Jakarta.

"Saat kondisi cuaca ekstrem ini, SDA harus selalu dalam keadaan siaga, alat-alat berat SDAstandby," katanya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan tugas mengatasi banjir bukan dibebankan kepada pemerintah saja.

Karena itu, Nova mengimbau masyarakat untuk aktif dalam mengatasi permasalahan banjir, misalnya, aktif mengajukan program penanggulangan banjir dalam kegiatan Musrenbang.

Usulan warga, sambung Nova, bisa diutarakan kepada anggota DPRD DKI Jakarta ketika reses. Sehingga anggota DPRD DKI bisa menindaklanjuti. Termasuk mengajukan program kepada kelurahan atau kecamatan.

"Saya rasa masyarakat itu harus aktif dalam Musrenbang atau aktif terkait pengajuan kepada kelurahan dan kecamatan terkait dengan permasalahan banjir di wilayah-wilayahnya. Supaya permasalahan di wilayahnya cepat selesai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.