Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Logam Dasar Tumbuh Didukung Hilirisasi

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Logam Dasar Tumbuh Didukung Hilirisasi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan industri logam dasar tumbuh signifikan saat ini karena dampak kebijakan hilirisasi.

"Tentu industri logam dasar itu dari kuartal I-2023 sampai 2024, pada kuartal I tumbuh 11-18 persen. Ini yang jauh di atas pertumbuhan sektor lain, dan peningkatan ekspor logam dari 8,74 persen menjadi 16,74 persen. Tentu capaian ini tidak lepas dari hilirisasi," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (10/7).

Namun Airlangga juga ingin memberikan catatan terkait kemajuan dari sibling konstruksi baja ini. "Ada teman-teman sibling kita di Batam (Kepulauan Riau), konstruksi ini juga boleh disebut Indonesia. Ini berhasil mengekspor 130 wind turbine ke New York, Amerika Serikat. Itu the first wind turbine yang akan dipasang di utaranya Long Island 15 sampai 20 mil, dengan kapasitas yang direncanakan sebesar sekitar 2,1 gigawatt.

Jadi, lanjutnya, ini sebuah terobosan juga dipasangnya di laut dan buatan fabrikasi Indonesia di Batam. "Karenanya, keluarga ini dirangkul juga karena di sini namanya society dan society itu masyarakat. Masyarakat harus dirangkul semua," katanya.

Airlangga juga menyampaikan ekspor dalam bentuk steel structure dilakukan ke Sydney, Australia, ataupun ke Selandia Baru. "Ini terobosan-terobosan yang luar biasa dan saya melihat bahwa baja kita sudah kuat dan baja kita sudah ditakuti oleh berbagai negara di dunia," ujarnya.

Peningkatan Produksi

Dengan Krakatau Steel dan POSCO, lanjutnya, tentu ada peta jalan meningkatkan produksi dari 10 juta ton kita ke targetnya 20 juta ton. Kemudian, untuk konsumsi diperkirakan meningkat menjadi sekitar 18 juta sampai dengan 19 juta ton.

"Biasanya produksi harus mendahului demand, karena kalau tidak mendahului demand akan diisi oleh barang yang ditakuti yaitu impor," kata Airlangga.

Dia juga melihat perlu juga kemampuan ditingkatkan untuk pre-fabrikasi atau manufacturing yang lebih cepat. "Sekarang dalam game of competition cepat-cepatan, salah satu cepat-cepatan adalah pembangunan pabrik yang cepat. Kita melihat pembangunan beberapa pabrik terutama petrokimia banyak menggunakan steel structure tetapi juga banyak cepat-cepatan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.