Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Kirim Migran Ilegal ke Pulau Terpencil

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Australia Kirim Migran Ilegal ke Pulau Terpencil Doc: ANTARA/Ho-Polres Rote Ndao
Ket. Ilustrasi. Sejumlah imigran yang terdampar di Rote Ndao.

JAKARTA - Kepolisian Resor Rote Ndao pada hari Rabu (10/7), mengatakan bahwa Australia telah memulangkan puluhan migran ilegal ke sebuah pulau terpencil di selatan setelah mencegat kapal mereka di laut, setidaknya yang kedua kalinya terjadi tahun ini.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, mengatakan bahwa para migran mendarat bulan lalu dengan dua perahu yang mereka katakan dipaksa naik setelah sebuah kapal Australia mencegat perahu kayu yang mereka tumpangi.

Dikutip dari Barron, ia mengatakan, mereka awalnya menerima laporan tentang sebuah kapal yang kandas.

"Setelah kami periksa, ternyata ada perahu berbahan alumunium, tidak ada nama, dan tidak ada bendera," katanya seraya menambahkan perahu itu membawa 22 orang.

Kemudian pada hari itu polisi menemukan kapal serupa yang membawa 22 orang lainnya kandas di bagian pulau lainnya.

Mardiono mengatakan sebagian besar pria tersebut mengidentifikasi diri mereka sebagai warga Bangladesh dan juga termasuk delapan warga Rohingya dari Myanmar. Mereka ditahan di kepolisian setempat.

Ia mengatakan mereka mengaku telah menghabiskan tiga hari di laut sebelum dicegat oleh kapal Australia.

"Mereka mengatakan mereka ditahan selama 18 hari sebelum dinaikkan ke dua kapal dan disuruh menuju Pulau Rote," tambahnya.

Seorang juru bicara Pasukan Perbatasan Australia atauAustralian Border Force(ABF) mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya "tidak mengonfirmasi atau mengomentari masalah operasional".

Pada bulan Juni, otoritas imigrasi Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka menahan 28 orang asing yang terdampar di sebuah pantai di Jawa Selatan yang mengatakan mereka telah terombang-ambing setelah dicegat oleh otoritas Australia.

Berdasarkan kebijakan garis keras yang diperkenalkan lebih dari satu dekade lalu, Australia telah mengirim ribuan migran yang berupaya mencapai negara itu dengan perahu ke pusat-pusat penahanan di Pulau Manus di Papua Nugini dan negara kecil di Pasifik, Nauru.

Pemerintah Australia berturut-turut telah berjanji bahwa tidak ada pencari suaka yang datang dengan perahu akan diizinkan untuk menetap secara permanen di negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.