Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malaysia Tolak Klaim Baru Perbatasan Maritim Filipina

📅 Selasa, 09 Jul 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Malaysia Tolak Klaim Baru Perbatasan Maritim Filipina Doc: AFP/Presidential Communications Office
Ket. Kunjungan ke Manila l Menlu Malaysia, Mohamad Hasan (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr, saat keduanya bertemu di Istana Kepresidenan Malacanang di Manila, 1 Juli lalu. Pada Minggu (7/7), Menlu Malaysia menyatakan bahwa Kuala Lumpur menolak klaim baru perbatasan maritim Filipina yang diajukan ke PBB.

SEREMBAN - Malaysia pada Minggu (7/7) menolak klaim baru perbatasan maritim Filipina, dan mengatakan pihaknya akan melawan klaim apa pun atas wilayahnya.

"Malaysia juga melakukan hal yang sama untuk menjaga kepentingan kami," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, seperti dilaporkan harian lokal berbahasa Inggris,Star. "Malaysia adalah negara berdaulat independen yang akan melawan klaim apapun atas wilayah kami," imbuh dia.

Pernyataan itu ia keluarkan sebagai tanggapan atas nota diplomatik yang diajukan Filipina ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Filipina baru-baru ini mengatakan kepada PBB bahwa pihaknya memperluas landas kontinennya namun menumpangkan hak di Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Malaysia mengajukan nota diplomatik kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada akhir bulan lalu untuk menolak klaim yang disampaikan Filipina kepada PBB.

Filipina telah mendaftarkan haknya atas landas kontinen yang diperluas di wilayah Palawan Barat di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Melalui pendaftaran itu, Filipina menetapkan daerah-daerah dasar laut yang dianggapnya mengandung hak kedaulatan dan eksklusif Filipina untuk mendayagunakan sumber-sumber daya alam di wilayah tersebut.

"Kami mengajukan nota diplomatik mengenai masalah ini ke PBB sebagai tanggapan atas apa yang dilakukan Filipina," kata Menlu Mohamad. "Dalam catatannya, Filipina mengklaim bahwa perbatasan lautnya melewati Sabah. Kalau ini dijadikan tolok ukur, berarti Sabah diklaim milik Filipina," imbuh dia.

"Kami adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dan tidak ada seorang pun yang bisa datang dan mengklaim wilayah mana pun," kata dia.

Menlu Mohamad yang juga dikenal sebagai Tok Mat itu menambahkan bahwa Sabah dan Sarawak resmi menjadi bagian dari Federasi Malaysia puluhan tahun lalu dan kedua pemimpin negara pun telah mengakui hal ini. "Ini (pembentukan federasi) dilakukan dengan cara yang tepat dan bahkan diakui oleh PBB," ucap dia.

Menurut laporanSouth China Morning Post, pengajuan Filipina adalah mengenai reklamasi wilayah dasar laut.

Klaim tersebut mempunyai implikasi politik dan ekonomi yang signifikan bagi kedua negara mengingat besarnya sumber daya minyak dan gas di wilayah tersebut.

Menlu Mohamad pun mengatakan bahwa Malaysia juga siap jika masalah tersebut diputuskan di tingkat internasional, termasuk kemungkinan dibawa ke Mahkamah Internasional untuk dibahas.

Tok Mat juga berharap agar masalah ini tidak menimbulkan keretakan dengan Filipina karena kedua negara memiliki hubungan bilateral yang baik.

Perjanjian Era Kolonial

Kontroversi kepemilikan Sabah, yang terletak di ujung utara Kalimantan, tersebut bermula dari perjanjian era kolonial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Jerman Guyur Ukraina Bantuan 1 Miliar Euro

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.