Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aliansi Sayap Kiri Memimpin dalam Pemilu Prancis, Hentikan Kebangkitan Sayap Kanan

📅 Senin, 08 Jul 2024, 10:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aliansi Sayap Kiri Memimpin dalam Pemilu Prancis, Hentikan Kebangkitan Sayap Kanan Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Pemimpin partai sayap kanan Prancis National Party (RN), Jordan Bardella, dalam sebuah kegiatan partai.

ANKARA - Aliansi New Popular Front (NFP) yang berhaluan kiri memimpin dalam pemilihan parlemen Prancis pada Minggu (7/7) yang menghentikan kebangkitan kelompok sayap kanan, menurut hasil exit poll.

NFP dapat memenangkan 180 hingga 215 kursi di DPR Prancis yaitu Majelis Nasional, menurut proyeksi berdasarkan perkiraan perusahaan survei Ifop.

Aliansi berhaluan tengah, Together for the Republic, yang didukung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron berada di peringkat kedua dengan 150 hingga 180 kursi.

Sementara National Rally (RN) sayap kanan pimpinan Marine Le Pen, yang sempat unggul pada pemilu putaran pertama, bakal memperoleh 120 hingga 150 kursi.

Majelis Nasional memiliki total 577 kursi dan tidak satupun dari tiga blok utama tersebut diproyeksikan memperoleh mayoritas absolut dengan 289 kursi.

Proses pemungutan suara pemilihan parlemen selama 12 jam berakhir pada Minggu (7/7) pukul 8 malam waktu setempat (atau Senin pukul 01.00 WIB). Lebih dari 43 juta pemilih terdaftar memberikan suara mereka untuk pemilu putaran kedua.

Para pemilih menuju ke tempat pemungutan suara yang dibuka pukul 8 pagi (13.00 WIB) untuk memilih 501 anggota Majelis Nasional yang tersisa untuk masa jabatan lima tahun.

Pemilu putaran pertama diadakan pada 30 Juni dengan lebih dari 49 juta pemilih dan 76 kandidat terpilih. Ifop memperkirakan jumlah pemilih mencapai 67,5 persen pada jam 8 malam (01.00 WIB).

Pada putaran pertama, RN memperoleh 29,26 persen persen suara (37 kursi), angka yang meningkat menjadi lebih dari 33 persen jika digabungkan dengan berbagai peserta pemilu yang menjadi sekutunya.

Sedangkan NFP mendapat 28,06 persen (32 kursi), dan aliansi sentris Together for the Republic yang didukung oleh Presiden Macron menempati posisi ketiga dengan meraih suara sedikit di atas 20,04 persen (dua kursi).

Sebuah partai politik atau suatublok aliansi politik membutuhkan setidaknya 289 kursi untuk mendapatkan mayoritas di Majelis Nasional.

Sebelumnya,Macronmemutuskan untuk membubarkan parlemen dan mengumumkan pemilu dini setelah RN meraih lebih dari 31 persen suara dalam pemilu Parlemen Eropa pada 9 Juni, mengalahkan blok sentris yang dipimpinnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.