Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pola Pikir Positif Bantu Anak Mudah Beradaptasi di Sekolah Baru

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pola Pikir Positif Bantu Anak Mudah Beradaptasi di Sekolah Baru Doc: ANTARA/Gusti Tanati
Ket. Sejumlah siswa mengikuti apel pagi hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Inpres, Tanjung Ria, Kayu Batu, Jayapura, Papua, Selasa (16/4/2024).

Jakarta - Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas IndonesiaVera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan pola pikir positif yang telah ditanamkan oleh orang tua di rumah, dapat membantu anak mudah beradaptasi di lingkungan sekolah barunya.

"Tanamkanlah pesan-pesan yang positif tentang sekolah. Misalnya sekolah jadi tempat menyenangkan karena banyak teman dan anak bisa bermain bersama," kata Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Dari kasus yang pernah Vera temui, ia menilai langkah tersebut dapat mencegah anak merasa tidak bahagia mengikuti pembelajaran di sekolah yang menimbulkan masalah seperti mogok masuk sekolah, menolak mengerjakan tugas, mengalami stres karena tuntutan akademis hingga bersosialisasi.

Guna mengantisipasi hal tersebut, orang tua perlu mempersiapkan mental anak dengan membentuk sebuah pola pikir positif yang berhubungan dengan kondisi di sekolah. Hindari pembicaraan yang dapat membebani pikiran anak.

"Hindari terlalu membebani anak seperti di sekolah harus jadi anak pintar, harus selalu bisa menjawab pertanyaan guru, harus dapat nilai bagus dan lain-lain. Usahakan agar anak merasa senang di sekolah tanpa beban yang berlebihan," ucap Vera.

Terkait adanya anak yang mulai masuk sekolah pada usia kurang dari 6 atau 7 tahun, Vera juga menyarankan supaya orang tua tidak lupa menceritakan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan agar anak merasa lebih nyaman untuk tinggal di sekolah dalam waktu yang lama.

Hal tersebut, katanya, dapat mulai diajarkan lewat datang ke sekolah lebih awal sehingga anak mempunyia kesempatan lebih lama untuk beradaptasi sebelum kelas dimulai.

"Kemudian jangan lupa berkenalanlah dengan satu atau dua orang tua lainnya, untuk kemudian mengaturplaydatebagi anak dan teman-teman sekelasnya di luar jam sekolah," kata Vera.

Sedangkan dari sisi kemandirian, orang tua dapat memastikan anaknya sudah dapat mengurus dirinya sendiri seperti pergi ke toilet, memakai sepatu atau makan bekal sendiri hingga menyiapkan perlengkapan sekolah sebelum mulai proses belajar.

Vera menambahkan orang tua juga perlu memastikan anak dapat mengerti aturan yang dibuat oleh sekolah seperti waktu penggunaan gawai, membereskan mainan di kelas dan memahami batasan-batasan yang ada di ruang kelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.