Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan WHO Sebut Bedak Talk 'Mungkin' Menyebabkan Kanker

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan WHO Sebut Bedak Talk 'Mungkin' Menyebabkan Kanker Doc: AFP/FREDERIC J. BROWN
Ket. Johnson & Johnson menarik bedak bayinya dari pasaran Amerika Utara pada tahun 2020 setelah talk menjadi bahan yang diawasi ketat karena dapat menyebabkan kanker.

LYON - Badan kanker Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Jumat (5/7) mengklasifikasikan bedak talk "kemungkinan karsinogenik" bagi manusia, namun seorang ahli dari luar memperingatkan agar tidak salah menafsirkan pengumuman tersebut sebagai "bukti kuat".

Keputusan tersebut didasarkan pada "bukti terbatas" bahwa bedak talk dapat menyebabkan kanker ovarium pada manusia, "bukti yang cukup" bahwa talk dikaitkan dengan kanker pada tikus, dan "bukti mekanistik yang kuat" bahwa bedak talk menunjukkan tanda-tanda karsinogenik pada sel manusia, kata Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) WHO.

Talk adalah mineral alami yang ditambang di banyak bagian dunia dan sering digunakan untuk membuat bedak bayi.

Menurut IARC yang berpusat di Lyon, kebanyakan orang terpapar talk dalam bentuk bedak bayi atau kosmetik.

Namun, paparan talk yang paling signifikan terjadi saat talk ditambang, diproses, atau digunakan untuk membuat produk, tambahnya.

Badan tersebut mengatakan ada banyak penelitian yang secara konsisten menunjukkan peningkatan angka kanker ovarium pada wanita yang menggunakan talk pada alat kelamin mereka.

Tetapi tidak dapat dikesampingkan kemungkinan bahwa talk dalam beberapa penelitian terkontaminasi asbes penyebab kanker.

"Peran kausal talk belum dapat dipastikan sepenuhnya," menurut temuan lembaga yang dipublikasikan di The Lancet Oncology.

Kevin McConway, seorang ahli statistik di Universitas Terbuka Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, memperingatkan bahwa untuk evaluasi IARC, "interpretasi yang paling jelas sebenarnya menyesatkan".

Badan tersebut hanya bertujuan "untuk menjawab pertanyaan apakah zat tersebut berpotensi menyebabkan kanker, dalam beberapa kondisi yang tidak ditentukan oleh IARC," katanya.

Karena penelitian tersebut bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat, "tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan talk menyebabkan peningkatan risiko kanker," tambahnya.

Pengumuman itu muncul beberapa minggu setelah raksasa farmasi dan kosmetik AS Johnson & Johnson setuju untuk membayar 700 juta dollar AS untuk menyelesaikan tuduhan menyesatkan pelanggan tentang keamanan produk bedak berbahan dasar talk.

Johnson & Johnson tidak mengakui kesalahan dalam penyelesaiannya, meskipun telah menarik produk tersebut dari pasar Amerika Utara pada tahun 2020.

Ringkasan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020 yang mencakup 250.000 wanita di Amerika Serikat tidak menemukan hubungan statistik antara penggunaan talk pada alat kelamin dan risiko kanker ovarium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.