Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Humidifier Menjaga Tingkat Kelembapan Udara Ruangan 40-60 Persen

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Humidifier Menjaga Tingkat Kelembapan Udara Ruangan 40-60 Persen Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi - Menjaga kelembapan udara dalam ruangan tetap ideal dapat membantu mencegah patogen virus menular.

JAKARTA - Penjernih udara dengan alat pelembab udara (air purifier with humidifier) menjaga aturan tingkat kelembapan udara dalam ruangan tetap ideal antara 40 hingga 60 persen.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Ulul Albab, Sp.OG dalam diskusi solusi mengatasi dampak polusi udara dalam ruangan di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (3/7), mengatakan menjaga kelembapan udara dalam ruangan tetap ideal dapat membantu mencegah patogen virus menular.

"Agar ruangan memiliki pengendalian terhadap infeksi melalui udara - mengurangi penyebaran aerosol kaya mikroba dan partikellainnya - aturan kelembapan ideal perlu diikuti," kata Ulul

Jika tidak, kondisi yang terlalu kering dapat menyebabkan iritasi kulit, ketidaknyamanan, mudah tersinggung, sengatan elektrostatik, penumpukan debu, dan kemungkinan infeksi yang lebih tinggi karena kurangnya hidrasi yang cukup.

PSG Manager for AC dan Air Purifier PT Sharp Electronics Indonesia Yudha Eka Putra berharap pihaknya dapat berkontribusi lebih banyak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan udara yang sehat, dimulai dari penjernih udara di dalam ruangan.

Banyak penyebab polusi udara dalam ruang terjadi, salah satunya adalah pintu terbuka dan ventilasi udara buruk, menyebabkan debu. Kemudian proses pembakaran dalam rumah tangga seperti rokok, memasak, bahan kimia dari pembersih aerosol atau pewangi ruangan, bulu binatang, tungau, jamur dan serbuk juga terjebak dalam ruangan.

Jika kelamaan dibiarkan (tidak dijernihkan), maka udara dalam ruangan yang tercampur polutan tersebut dinilai memiliki dampak yang akan lebih berbahaya bagi kesehatan.

"Karena kebanyakan orang menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di dalam ruangan," kata Yudha.

Polusi udara memiliki dampak serius pada anak-anak yang dapat menyebabkan gangguan kognitif yang mempengaruhi perkembangan otak anak, seperti sulit berkonsentrasi yang menyebabkan turunnya kemampuan belajar dan daya ingat, pengembangan paru yang tidak optimal hingga gangguan pada pertumbuhan.


"Berinvestasi untuk pelembap udara rumah tangga yang andal merupakan cara yang sangat baik untuk melindungi diri Anda dan ruangan," kata Yudha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.