Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Setujui Usulan Tambahan PMN di APBN 2024

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Setujui Usulan Tambahan PMN di APBN 2024 Doc: istimewa

JAKARTA - Komisi XI DPR RI menyetujui pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai dan nontunai di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

"Komisi XI DPR menyetujui PMN tunai dan nontunai pada APBN tahun anggaran 2024," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI di Jakarta, Rabu (3/7).

Persetujuan PMN tunai di antaranya diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar 1,89 triliun rupiah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) 5 triliun rupiah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) 2 triliun rupiah, PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero) atau INKA 965 miliar rupiah, PT Hutama Karya (Persero) 1 triliun rupiah, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni 1,5 triliun rupiah, dan kewajiban penjaminan pemerintah 635 miliar rupiah.

Untuk LPEI, DPR memberikan catatan agar PMN dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), dan tidak mengulang kesalahan pengelolaan. Komisi XI DPR akan meminta BPK melalukan audit kinerja LPEI dan bisnis model yang baru guna memastikan keberlanjutan kinerja LPEI.

Sementara untuk Pelni, PMN diberikan untuk uang muka pengadaan tiga unit kapal baru penumpang yang telah melewati batas usia operasi dengan memperhatikan kapasitas dan tata kelola perusahaan. Komisi XI juga akan meminta BPK melakukan audit kepada Pelni.

Adapun terkait Badan Bank Tanah, DPR mencatat pemerintah tidak melaksanakan PMN tunai yang berasal dari cadangan investasi tahun anggaran 2024 kepada Badan Bank Tanah sebesar 1 triliun rupiah.

Untuk PMN nontunai diberikan kepada PT Hutama Karya berupa barang milik negara (BMN) dengan nilai wajar 1,93 triliun rupiah, PT Len Industri (Persero) berupa konversi utang 649,22 miliar rupiah, PT Bio Farma (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 68 miliar rupiah, PT Sejahtera Eka Graha berupa BMN dengan nilai wajar 1,22 triliun rupiah, dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 24,12 miliar rupiah.

Berikutnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 367,53 miliar rupiah, Perum DAMRI berupa BMN dengan nilai wajar 460,72 miliar rupiah, Perum LPPNPI/ Airnav Indonesia berupa BMN dengan nilai wajar 301,89 miliar rupiah, PT Pertamina (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 4,18 triliun rupiah, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 828,36 miliar rupiah, Perum Perumnas berupa BMN dengan nilai wajar 1,10 triliun rupiah, dan PT Danareksa (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar 3,34 triliun rupiah.

"BUMN yang mendapatkan PMN tunai dan nontunai yang berasal dari konversi utang, PMN dari cadangan pembiayaan investasi, dan PMN yang berasal dari barang milik negara menyampaikan laporan kinerja pemanfaatan PMN per semester," ujar Dolfie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.