Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkumham NTB ingatkan ASN bahaya judi online

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 16:17 WIB | Oleh:
Kemenkumham NTB ingatkan ASN bahaya judi online Doc: ANTARA/Kemenkumham NTB
Ket. Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Nusa Tenggara Barat (NTB) Muslim Alibar memberikan arahan kepada pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah.

Mataram - Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Nusa Tenggara Barat (NTB) Muslim Alibar mengingatkan kepada seluruh ASN untuk menjauhi judi onlinedan pinjamanonlineilegal, sebab keduanya memiliki dampak negatif.

"Sudah banyak kita lihat di medsos dampak negatif judi online. Jadi tolong hindari judi online. Sama halnya pinjaman online," ujarnya saat meninjau pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah, melalui keterangan tertulis di Mataram, Rabu.

Ia meminta pegawai untuk meningkatkan rasa syukur atas rizeki berwujud gaji yang rutin dibayarkan oleh negara setiap awal bulan.

"Apabila memang terpaksa harus meminjam, manfaatkan layanan perbankan yang diawasi pemerintah sehingga lebih aman dan nyaman," kata Muslim Alibar didampingi Plt Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah Amam Saifulhaq.

Judionline, kata Muslim Alibar, dapat memperburuk kondisi keuangan, memicu tindakan kriminal seperti mencuri, pelanggaran privasi, rusaknya hubungan baik dengan keluarga dan pihak lain, merusak masa depan dan ada potensi risiko pidana.

Untuk itu, ia menyampaikan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh jajaran LPKA Kelas II Lombok Tengah.

"Saya berharap seluruh petugas LPKA Lombok Tengah mengedepankan integritas dalam bekerja, tingkatkan soliditas dan hindari penyimpangan," ujarnya.

Selain itu, seluruh jajaran LPKA Lombok Tengah diingatkan terkait capaian kinerja semester satu. Apabila ada kendala segera berkonsultasi dengan kantor wilayah.

"Terkait pemenuhan data dukung ZI WBK/WBBM juga harap dilengkapi sesuai arahan verifikator kantor wilayah. Mohon juga terkait Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) agar menjadi perhatian bersama," ujar Muslim Alibar.

Muslim Alibar juga menekankan untuk membangun lingkungan kerja yang nyaman, efektif dan selalu menjaga kekompakan antara pimpinan dan anggota, bekerja sama serta membangun komitmen yang baik.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan memberikan motivasi kepada jajaran untuk selalu semangat, terus meningkatkan kompetensi diri, jaga kekompakan dalam melaksanakan tugas.

"Lakukan deteksi dini untuk mengantisipasi sekaligus mencegah lebih awal potensi gangguan kamtib di lapas dan rutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.