Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

19 Orang Tewas dalam Bentrokan Antargeng Narkoba di Meksiko

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
19 Orang Tewas dalam Bentrokan Antargeng Narkoba di Meksiko Doc: AFP via BSS
Ket. Meningkatnya kekerasan kriminal menyebabkan lebih dari 450.000 orang terbunuh di Meksiko sejak pemerintahan presiden Felipe Calderon melancarkan serangan militer terhadap kartel narkoba pada 2006.

MEXICO CITY - Setidaknya 19 orang tewas, empat di antaranya warga Guatemala, dalam peristiwa bentrokan antara dua geng narkoba di negara bagian Chiapas, Meksiko selatan, kata pihak berwenang Senin (1/7).

Sebuah truk kargo ditemukan dengan 16 orang tewas tertembak di dalamnya, sementara tiga orang lainnya ditemukan tewas di luar kendaraan, kata Kementerian Keamanan Publik dalam sebuah pernyataan.

Peristiwa itu terjadi hari Jumat di kotamadya La Concordia, dekat perbatasan Guatemala, tempat kekerasan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelidikan awal menyatakan bentrokan itu terjadi antara kartel Sinaloa, salah satu kartel terkuat di Meksiko, dan geng lain yang diidentifikasi sebagai kartel "Chiapas dan Guatemala".

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua kelompok bertempur atas "kendali kriminal di wilayah perbatasan."

Wilayah ini penting untuk perdagangan narkoba, senjata, dan migran menuju Amerika Serikat, menurut organisasi nonpemerintah Insight Crime.

Pemerintah Meksiko mengerahkan 1.200 personel tambahan untuk memperkuat perbatasan selatan negara itu dengan Guatemala.

Di bagian Meksiko itu, kartel lain yang terlibat perang wilayah dengan kelompok Sinaloa, yakni Jalisco Nueva Generacion, diketahui tengah beroperasi.

Kekerasan meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara bagian Chiapas.

Selama kampanye presiden negara itu, Claudia Sheinbaum, yang terpilih pada bulan Juni dan akan menggantikan Andres Manuel Lopez Obrador pada bulan Oktober, sempat ditahan oleh orang-orang bertopeng yang menghentikan kendaraannya. Ia tidak terluka dalam insiden itu.

Pemungutan suara ditangguhkan di dua kotamadya di negara bagian Chiapas karena lonjakan kekerasan yang mencegah didirikannya tempat pemungutan suara, kata para pejabat.

Meningkatnya kekerasan kriminal menyebabkan lebih dari 450.000 orang terbunuh di Meksiko sejak pemerintahan presiden saat itu Felipe Calderon melancarkan serangan militer terhadap kartel narkoba pada tahun 2006.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.