Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi X: Bali Jadi Barometer Perubahan Paradigma Quality Tourism

📅 Senin, 01 Jul 2024, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi X: Bali Jadi Barometer Perubahan Paradigma Quality Tourism Doc: dpr.go.id
Ket. Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira saat Kunjungan Kerja Spesifik Tim Panitia Kerja (Panja) RUU tentang Kepariwisataan di Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (23/9/2022).

DENPASAR - Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira menegaskan perlu adanya perubahan paradigma dalam penyusunan RUU terkait perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Perubahan tersebut terkait bagaimana wisata yang berorientasi pada jumlah (mass tourism) menjadi wisata yang berorientasi pada kualitas (quality tourism), sebagaimana menjadi titik berat dalam perubahan UU tersebut.

Karena itu, menurut Andreas, penting untuk mengetahui perkembangan pariwisata yang ada di Bali. Sebab, menurutnya, Bali sejauh ini memberi kecenderungan ruang yang sangat terbuka kepada pihak luar untuk datang dengan menggunakan prinsip mass tourism.Dampaknya, pihak luar yang datang, tinggal, bahkan bekerja untuk mencari nafkah.

"Ini yang menjadi suatu problematika yang saat ini sedang dihadapi. Persoalan seperti ini perlu dihindari. Jangan sampai menjadi tren yang berkembang di Indonesia. Karena itu ini menjadi salah satu perhatian yang ada saat ini di dalam UU Kepariwisataan yang sedang dilakukan revisi. Bali akan menjadi salah satu barometer untuk melihat bagaimana pergeseran paradigma RUU yang sedang disusun Komisi X DPR RI," ujar Andreas di Denpasar, Bali, Jumat (28/6).

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menjelaskan perubahan paradigma jauh lebih penting jika dilihat bagaimana wisatawan datang, lamanya mereka tinggal (lenght of stay), serta berapa banyak uang yang dikeluarkan. Hal itu lebih relevan daripada melihat banyak orang yang datang justru mereka datang bukan memberikan kontribusi pariwisata, tapi malah justru hidup dari kepariwisataan.

"Selama ini kita banyak mendengar di berbagai daerah, salah satunya Bali, (yang wisatawannya) tidak hanya datang untuk berwisata namun mereka menetap di sini dan juga mencari nafkah di kepariwisataan kita. Bahkan mereka menjadi benalu bagi kepariwisataan. Bukan menjadi turisme untuk hidup memberikan kontribusi terhadap kepariwisataan di Indonesia akan tetapi menjadi problematika yang dihadapi saat ini," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.