Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Pengangkut Puluhan WNA dari Tiga Negara Terdampar di Pesisir Pantai Sukabumi

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 20:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal Pengangkut Puluhan WNA dari Tiga Negara Terdampar di Pesisir Pantai Sukabumi Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Puluhan WNA yang berasal dari Bangladesh, India dan Thailand saat diamankan di Mapolsek Tegalbuleud setelah kapal motor yang mereka tumpangi terdampar di pesisir pantai tepatnya di Muara Keusikurug, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Sabtu (29/6/2024).

Sukabumi - Kapal motor yang mengangkut puluhan warga negara asing (WNA) yang berasal dari tiga negara terdampar di pesisir pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tepatnya di perairan laut Kecamatan Tegalbuleud pada Sabtu.

"Puluhan WNA tersebut saat ini telah diamankan di Mapolsek Tegalbuleud untuk dilakukan pendataan dan dimintai keterangan kronologis kejadian mereka bisa terdampar di pesisir Muara Keusikiurug," kata Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar di Sukabumi, Sabtu.

Dari hasil pendataan total WNA yang diamankan tersebut sebanyak 28 orang dengan rincian 23 orang berasal dari Bangladesh, empat orang dari Thailand dan satu orang dari India. Selain puluhan WNA, polisi juga mengamankan seorang WNI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diduga merupakan tekong atau juru mudi kapal motor yang mereka tumpangi.

Menurut Tenda, penemuan puluhan WNA tersebut berawal dari laporan warga dan nelayan di sekitar Muara Keusikurug yang melihat adanya puluhan orang berwajah asing yang turun dari kapal motor yang terdampar di pesisir pantai.

Menerima informasi tersebut, petugas gabungan dari Polres Sukabumi bersama Polsek Tegalbuleud lansung menuju lokasi dan mengamankan puluhan WNA ini dengan membawanya ke Mapolsek Tegalbuleud.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi seluruh WNA termasuk seorang WNI dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terluka. Namun demikian, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lengkap kronologis bagaimana mereka bisa terdampar di perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi.

"Kami pun akan menyerahkan kasus ini kepada pihak Satreskrim Polres Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut serta berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Sukabumi," tambahnya.

Hingga Sabtu malam, puluhan WNA itu masih dimintai keterangan oleh polisi termasuk memeriksa surat-surat keimigrasian mereka. Selain itu, belum diketahui tujuan mereka. Evakuasi puluhan WNA ini juga melibatkan personel TNI, Basarnas dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.