Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN: Gerakan Kembali ke Meja Makan Ciptakan Keluarga Berkualitas

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 08:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN: Gerakan Kembali ke Meja Makan Ciptakan Keluarga Berkualitas Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Kepala BKKBN Provinsi Kepri Rohina.

TANJUNGPINANG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rohina menyebut program gerakan kembali ke meja makan bertujuan membentuk keluarga berkualitas, bahagia dan meningkatkan komunikasi antaranggota keluarga.

"Gerakan ini didasari oleh fakta bahwa pembentukan karakter yang kuat dimulai dari keluarga," kata Rohina di Tanjungpinang, Jumat (28/6).

Ia mengatakan bahwa gerakan kembali ke meja makan merupakan upaya bersama untuk mengingatkan kembali keluarga-keluarga Indonesia agar meluangkan waktu demi berkumpul dan berkomunikasi bersama antaranggota keluarga.

Menurut dia momen makan bersama keluarga ini menjadikan sarana untuk berdialog, berinteraksi, dan berbagi kasih sayang demi memperkuat ketahanan keluarga.

"Kegiatan yang telah dicanangkan secara nasional sejak tahun 2019 ini diharapkan dapat menjadi momentum dan semangat baru untuk berbagi kasih sayang dan kebaikan serta menanamkan nilai-nilai luhur di dalam diri generasi penerus bangsa," ujarnya.

Rohina menyampaikan bahwa kegiatan sarapan bergizi keluarga melalui gerakan kembali ke meja makan sebagai bentuk mempererat hubungan emosional yang lebih kuat antara orang tua dan anak, serta dengan memperhatikan makanan yang diolah atau disajikan merupakan makan yang bergizi sehingga dapat mendukung penurunan stunting.

Ia menyatakan kondisi yang terjadi saat ini di tengah rutinitas manusia modern membuat anggota keluarga sulit dipertemukan, terlebih lagi era disrupsi di mana media digital menjadi fokus utama bagi anggota keluarga dalam memanfaatkan waktunya sehari-hari.

"Waktu berkumpul bersama keluarga menjadi terbatas, padahal komunikasi fisik juga hal penting dalam menentukan keharmonisan rumah tangga," ujarnya.

Sementara, Staf Ahli Pemerintah Kota Tanjungpinang Muhammad Yatim mengatakan gerakan kembali ke meja makan merupakan budaya muatan lokal yang sangat bernilai untuk menjaga kesehatan keluarga dan mewujudkan keluarga harmonis yang sejahtera lahir dan batin

Ia sangat terkesan dengan program tersebut, sehingga harus dilestarikan terutama bagi masyarakat Melayu di Kepri pada umumnya.

"Gerakan yang luar biasa, pentingnya komunikasi dalam keluarga mempererat hubungan emosional akan berdampak pada kesehatan keluarga," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Menteri ESDM Bahlil Terpant...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.