Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPK Wilayah VIII Banten Dalami Temuan Arca di Ujung Kulon

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 20:21 WIB | Oleh:
BPK Wilayah VIII Banten Dalami Temuan Arca di Ujung Kulon Doc: ANTARA/HO-BPK Wilayah VIII Banten
Ket. Tim BPK Wilayah VIII Banten bersama TNUK melakukan observasi temuan arca di Gunung Payung, Banten, Kamis (13/6).

SERANG - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah VIII Banten melakukan pendalaman terhadap temuan objek arca baru di Gunung Payung, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) setelah sebelumnya dilakukan observasi.Pamong Budaya Ahli Muda BPK VIII Banten, Swedhi Hananta, di Serang, Selasa, mengatakanobservasi sendiri dilakukan selama 10 hari mulai pada 4 Juni sampai 13 Juni 2024."Situs arca yang ditemukan di Gunung Payung ini terdapat enam arca yang terdiri dari empat arca pion dan dua arca," katanya.Temuan situs arca di Gunung Payung masih perlu dilakukan penelitian lebih dalam, untuk mengetahui keterkaitan dengan situs yang lainnya."Kami belum bisa memastikan itu arca apa di abad berapa, analoginya kami juga susah karena kita juga tidak bisa sembarangan. Ini arca baru selama ini saya juga baru melihat arca seperti itu," katanya.

Jika dilihat dari motif, jenis batuan dan pahatan berbeda dengan situs-situs lain yang pernah dijumpai. Dan posisi arca tersebut sebagian masih ada yang terpendam, dan sudah berpindah posisi bahkan sebagian sudah ada yang rusak."Objek arca ini merupakan benda cagar budaya yang wajib dilindungi dan dipelihara karena memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia," katanya.Pihaknya juga akan melakukan pendalaman dan studi lebih lanjut terkait temuan ini dengan menggelar Focus Group Discussion(FGD) bersama dengan akademisi, jajaran kepolisian, Pemerintah, pihak TNUK, dan para ahli."Kita akan lakukan diskusi bersama setelah itu akan dilakukan pendataan ulang ke lokasi," katanya.Dengan temuan ini pula diharapkan menjadi informasi penting terkait kehidupan di masa lampau yang berada di wilayah tersebut dan juga menjadi kekayaan budaya bagi TNUK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.