Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Pembunuhan, Disnakertrans Gowa Bantu Pemulangan Jenazah TKI dari Malaysia

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Pembunuhan, Disnakertrans Gowa Bantu Pemulangan Jenazah TKI dari Malaysia Doc: ANTARA/HO-Dok Keluarga
Ket. Suasana rumah duka menunggu kepulangan jenazah Syarif Aziz (47) yang menjadi korban pembunuhan orang tidak dikenal di Malaysia.

Makassar - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan membantu mengurus pemulangan jenazah Syarif Aziz (47), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban pembunuhan di Mukah, Sarawak, Malaysia pada 11 Juni 2024.

"Kami membantu mengomunikasikan dan mengoordinasikan ke BP2MI. Selanjutnya, BP2MI berkomunikasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Malaysia untuk disambungkan ke pihak keluarga," kata Kepala Disnakertrans Gowa Muhammad Sabir Bangsawan, Jumat.

Dari informasi yang berkembang, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 11 Juni 2024 dan pihaknya baru mengetahui hal itu pada Sabtu, 15 Juni 2024, selanjutnya disampaikan kepada pihak keluarga.

Sabir menjelaskan, pemberangkatan korban ke Malaysia tidak terdata di Disnakertrans Gowa sehingga dianggap ilegal. Namun demikian, pihaknya tetap memperhatikan dan bertanggung jawab membantu, walaupun keberangkatannya tidak resmi.

Keterangan tersebut diperoleh setelah tim mendatangi rumah duka di Jalan Bukit Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Meski awalnya keluarga tidak terbuka siapa yang membawa korban dan bekerja dengan siapa, namun selang beberapa hari baru diketahui majikannya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban.

"Alhamdulillah, Insya Allah majikan bertanggung jawab sepenuhnya untuk itu, dalam rangka kepulangannya (jenazah). Namun tadi terakhir saya konfirmasi ke pihak keluarga korban bahwa kalau sudah dipulangkan, nanti kita sama-sama bagaimana mengawal kepulangan jenazahnya," papar Sabir.

Mengenai kapan jenazah almarhum dipulangkan, kata dia, informasi terakhir belum ada waktu yang tepat dari pihak perusahaan atau majikan. Namun apabila ada informasi terbaru akan disampaikan perkembangannya.

Adik kandung korban,Wandaniyah Aziz, menuturkan, istri korbanputus kontak selama dua pekan. Belakangan diketahuiSyarif yang bekerja sebagai supir pribadi di Sarawak sejak 2022 tewas karenadibegal orang tidak dikenal. Barang berharganya hilang seperti mobil, ponsel, uang, visa, KTP dan lainnya, hanya tersisa hanya paspor di tasnya.

"Komunikasi terakhir itu pada hari Minggu (9/6) malam sama istrinya. Besoknya sudah tidak ada kabar lagi. Pada hari Sabtu (15/6) pagi baru ada informasi dari berita sudah meninggal dunia. Barang-barangnya hilang semua kecuali paspor ada di tasnya," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.