AS dan Korsel Kecam Perjanjian Baru Russia-Korut

Jumat, 21 Jun 2024, 14:05 WIB

SEOUL- Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yul dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengecam perjanjian baru antara Russia dan Korea Utara sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas regional, kata Kementerian Luar Negeri Seoul dalam sebuah pernyataan pada Jumat (21/6).

Dalam percakapan telepon pada hari Kamis, keduanya juga membahas cara-cara untuk menanggapi perjanjian tersebut, dan setuju untuk memantau situasi secara ketat, kata kementerian luar negeri.

Ket. Foto: Menlu AS Antony Blinken (kanan) berbicara dengan Menlu Korea Selatan Cho Tae-yul saat pertemuan makan siang di Kementerian Luar Negeri di Seoul, Korea Selatan pada 18 Maret 2024. — Sumber: REUTERS/Ahn Young-joon/Pool

Blinken mengatakan AS mendukung respons Korea Selatan terhadap perjanjian tersebut. Dalam perjanjian tersebut, Moskow dan Pyongyang mengatakan masing-masing akan segera memberikan bantuan militer jika salah satu menghadapi agresi bersenjata.

Cho mengatakan kerja sama apa pun untuk membantu memperkuat kemampuan militer Korea Utara jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, menurut pernyataan itu.

Amerika Serikat akan mempertimbangkan berbagai cara untuk merespons ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas internasional dari Russia dan Korea Utara, kata Blinken seperti dikutip oleh kementerian.

Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Chang Ho-jin mengatakan pada hari Kamis, Seoul akan meninjau kemungkinan memasok senjata ke Ukraina sebagai tanggapan terhadap perjanjian penting tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.