- Home
-
- Luar Negeri
-
- Memanas Semoga Tidak Pecah...
Memanas Semoga Tidak Pecah Perang, Prajurit Filipina Terluka Akibat Insiden Terbaru dengan China di LCS
Kamis, 20 Jun 2024, 00:19 WIBAnkara - Sedikitnya delapan prajurit Filipina terluka ketika Penjaga Pantai China menggeledah sebuah kapal Filipina di perairan Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan.
Selama konfrontasi antara pasukan kedua negara di LCS pada Senin (17/6), jari seorang prajurit juga dipotong, menurut laporan media lokal, Inquirer.
Pada Selasa (18/6), Angkatan Bersenjata Filipina mengonfirmasi bahwa seorang pelaut angkatan lautnya mengalami cedera parah setelah tabrakan berkecepatan tinggi yang disengaja oleh Penjaga Pantai China (CCG) terhadap kapal Filipina yang sedang menjalani misi pasokan ulang.
Pejabat Filipina juga mengklaim bahwa personel CCG menusuk kapal angkatan laut menggunakan bolo mereka dan kemudian menyita senjata mereka.
"Kami memiliki senjata, tetapi kami tidak menggunakannya. Kami tidak ingin memulai perang," kata Panglima Militer Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr.
Dia mengatakan bahwa tentara Filipina bertempur dengan tangan kosong untuk mencegah pasukan China menyerang mereka.
Pada Senin, personel CCG dilaporkan menyetop, menaiki, dan menggeledah sebuah kapal Filipina yang dianggap masuk tanpa izin ke perairan dekat Ren'ai, terumbu karang yang tenggelam di Kepulauan Spratly, LCS.
Selama eskalasi baru itu, kata CCG, pasukan China dengan paksa mengusir kapal Filipina dari perairan yang disengketakan, di mana kapal itu berusaha mengirim material ke kapal perangnya yang kandas secara ilegal.
Ini adalah kali pertama sejak CCG memberlakukan aturan baru operasi mereka di LCS. Berdasarkan pedoman baru itu, China bisa menahan tersangka pelanggar hingga 60 hari.
Kapal Filipina itu sedang dalam misi pasokan ulang ke kapal perang era Perang Dunia II yang kandas, BRP Sierra Madre, di beting yang diklaim oleh Beijing dan Manila.
Sementara Beijing menuduh Manila melanggar Peraturan Internasional untuk Pencegahan Tabrakan di Laut, Filipina menyebut klaim China "menipu dan menyesatkan."
Kedua negara tetangga maritim tersebut memiliki klaim yang saling bertentangan atas Second Thomas Shoal-juga dikenal sebagai Ayungin Shoal, Bai Co May, dan Ren'ai Jiao-terumbu karang yang tenggelam di Kepulauan Spratly di LCS.
Berita Terkait:
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
-
Menkeu Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
-
Italia Bersikeras Sanksi Minyak Russia Tetap Dipertahankan
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
Bosan Makan Nasi? Ini Sumber Karbohidrat Sehat yang Bikin Kenyang Lebih Lama
-
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.