Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Lai: Taiwan 'Tidak akan Tunduk' pada Tekanan Tiongkok

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Lai: Taiwan 'Tidak akan Tunduk' pada Tekanan Tiongkok Doc: AFP/Sam Yeh
Ket. Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan Tiongkok berusaha untuk memaksa pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu agar tunduk, tetapi Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan.

TAIPEI - Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan pada Rabu (19/6) bahwa Tiongkok berusaha memaksa pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu agar tunduk. Tetapi ia mengatakan Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan pihaknya tidak akan pernah berhenti menggunakan kekuatan untuk menjadikan Taiwan berada di bawah kendali Beijing.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan politik terhadap pemerintah Taipei, dengan unjuk kekuatan terbaru yang terjadi tiga hari setelah pelantikan Lai, dengan melakukan latihan perang di sekitar pulau tersebut.

Berbicara pada konferensi pers hari Rabu (19/6) yang menandai bulan pertamanya menjabat sebagai presiden, Lai mengatakan, "Aneksasi Taiwan adalah kebijakan nasional Republik Rakyat Tiongkok".

"Selain kekuatan militer, mereka semakin banyak menggunakan metode pemaksaan non-tradisional untuk mencoba memaksa Taiwan agar tunduk," katanya.

Namun, Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan tersebut. Rakyat Taiwan akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan menjunjung tinggi cara hidup konstitusional yang demokratis dan bebas.

Tiongkok mengatakan latihan perang yang diluncurkan beberapa hari setelah pelantikan Lai pada 20 Mei, adalah "hukuman" atas pidato pengukuhannya, yang disebut Beijing sebagai "pengakuan kemerdekaan Taiwan".

Mengepung Taiwan dengan kapal perang, jet tempur, dan kapal penjaga pantai, Tiongkok mengatakan latihan tiga hari yang dijuluki Joint Sword-2024A itu adalah uji coba atas kemampuannya untuk menguasai pulau itu.

Setelah latihan tersebut, Beijing berjanji tekanan militer akan terus berlanjut "selama provokasi 'kemerdekaan Taiwan' terus berlanjut".

Penjualan Senjata AS

Taiwan yang dipisahkan dari Tiongkok oleh selat sempit sepanjang 180 kilometer, memiliki pemerintahan, militer, dan mata uang sendiri.

Ketika Tiongkok meningkatkan tekanan di sekitar pulau itu, Taiwan berupaya memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara sahabat sambil meningkatkan belanja militer dari Amerika Serikat, mitra utamanya.

Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979, namun tetap menjadi pemasok senjata terbesar bagi Taiwan, sehingga memicu kecaman berulang kali dari Tiongkok.

Pada hari Selasa, Pentagon di Washington mengumumkan persetujuan penjualan dua senjata ke Taiwan: kendaraan udara tak berawak senilai 300 juta dollar, dan peralatan senilai 60,2 juta dollar termasuk lebih dari 700 Switchblade, sebuah miniatur rudal berpemandu presisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.