Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perajin Pandai Besi di Banyuwangi Ini Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Produk Pabrikan

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perajin Pandai Besi di Banyuwangi Ini Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Produk Pabrikan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat senjata tajam buatan perajin pandai besi.

Banyuwangi - Perajin pandai besi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur masih bertahan di tengah gempuran produk pabrikan peralatan dapur dan pertanian yang beredar di pasaran karena kualitas terjaga secara turun temurun dan bahkan masih menerima banyak pesanan dari berbagai daerah.

Ada beberapa desa di Banyuwangi yang menjadi sentra pandai besi, di antaranya di Desa/ Kecamatan Kabat, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Desa Lemahbangkulon dan Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh.

"Kualitasnya sangat bagus dan kuat karena dibuat secara tradisional, terbukti hingga kini pandai besi di kampung tersebut banyak menerima pesanan dan mampu bersaing dengan produk pabrikan," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa.

Salah seorang perajin pandai besi di Dusun Kendal, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kandar Nurhadi mengemukakan pandai besi bertahan karena tetap menjaga kualitas yang didapat secara turun-temurun.

Ia mengaku sampai dengan saat ini masih tetap menerima pesanan dari berbagai wilayah Banyuwangi dan Kabupaten Jember, hingga berbagai provinsi.

"Biasanya melayani pesanan dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Sumbawa. Mereka langsung pesan kepada saya," kata Kandar.

Di desa ini terdapat puluhan pandai besi yang membuat berbagai peralatan dapur berbagai ukuran. Mulai dari pisau untuk potong buah, hingga pisau berukuran besar untuk potong daging. Ada juga produksi cangkul, celurit, sekop, dan lainnya.

Para perajin pandai besi di desa itu juga bisa membuat aneka senjata tajam untuk kebutuhan seni, seperti pedang atau golok dengan ukiran khusus pesanan.

"Biasanya kalau yang pesanan itu mintanya ada ukiran. Itu yang membuat butuh waktu agak lama. Kalau harga tergantung tingkat kesulitannya," kata Kandar.

Ia menyampaikan selalu menjaga kualitas produknya, dan untuk bahan baku biasanya pakai baja karena lebih tahan lama dan terbukti ketajamannya.

"Kalau bahan baku kami pakai baja agar kualitas dan ketajamannya tahan lama," ujar Kandar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.