Presiden Ukraina Sebut 'Hari Bersejarah' dengan Diteken Kesepakatan Keamanan dengan AS

Sabtu, 15 Jun 2024, 04:46 WIB

London - Setelah menandatangani kesepakatan keamanan bilateral penting selama 10 tahun dengan Amerika Serikat (AS) selama KTT G7 di Italia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis (13/6) menyebut hal tersebut sebagai "hari bersejarah."

Zelenskyy dan Presiden AS Joe Biden menggelar konferensi pers gabungan setelah menandatangani kesepakatan itu, menandai langkah signifikan dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina di tengah invasi Rusia yang sedang berlangsung.

Sembari menyebut Rusia sebagai "ancaman global yang nyata," dia mengatakan: "Ini adalah kesepakatan mengenai langkah-langkah untuk menjamin perdamaian yang berkelanjutan dan karena itu menguntungkan semua orang di dunia."

Dia juga menggarisbawahi bahwa kesepakatan itu adalah "jembatan" bagi keanggotaan Ukraina di NATO.

Sementara itu, Biden menekankan bahwa perdamaian yang abadi bagi Ukraina pada dasarnya terkait dengan kemampuan negara itu untuk mempertahankan diri terhadap ancaman saat ini dan untuk mencegah agresi di masa mendatang.

"Perdamaian abadi bagi Ukraina harus didukung oleh kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dan untuk mencegah agresi apa pun di masa mendatang," katanya.

Pengumuman itu disampaikan di tengah diskusi antara para pemimpin Barat tentang cara memastikan pinjaman 50 miliar dolar AS (sekitar Rp823,8 triliun) yang diusulkan bagi Ukraina tetap aman dari potensi pergeseran kebijakan.

Hal itu mengingat kemungkinan Donald Trump memimpin pemerintahan masa depan, yang sebelumnya menyatakan skeptisisme terkait keterlibatan AS di Ukraina.

Ukraina telah menandatangani perjanjian keamanan bilateral dengan 16 negara lainnya, yaitu Inggris, Jerman, Irlandia, Denmark, Spanyol, Swedia, Norwegia, Portugal, Belgia, Latvia, Finlandia, Italia, Prancis, Kanada, Jepang, dan Belanda.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah G7 menyatakan selama KTT NATO di ibu kota Lithuania, Vilnius, pada Juli lalu bahwa mereka memulai negosiasi dengan Kiev untuk memformalkan "dukungan berkelanjutan" bagi Ukraina melalui "komitmen dan pengaturan keamanan bilateral.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.