Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Penurunan Produksi, Bulog Masuk ke Sektor Hulu

24 Sabtu, 15 Jun 2024, 07:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Penurunan Produksi, Bulog Masuk ke Sektor Hulu Atasi Penurunan Produksi, Bulog Masuk ke Sektor Hulu Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Perum Bulog mulai masuk ke ranah hulu dengan memiliki program bernama Mitra Tani di tengah penurunan produksi pangan. Bulog berkolaborasi dengan petani selaku produsen pangan untuk meningkatkan produksi.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, menjadi petani itu tantangannya makin besar dan berat. Karenanya, petani harus didampingi dan dibantu agar bisa meningkatkan produktivitas.

"KPI (key performance indicator) kami adalah meningkatkan produktivitas petani melalui program ini, bukan semata-mata hanya untuk bisa mendapatkan beras. Kalau petani bisa meningkatkan produktivitasnya, maka secara makro ada peningkatan produksi beras," ucap Bayu di Jakarta, Jumat (14/6).

Saat ini, lanjut Bayu, sudah ada 250 hektar (ha) lahan yang dikelola dalam program Mitra Tani ini.

Selain jumlah populasi penduduk yang terus meningkat, krisis iklim, pembatasan ekspor dan kondisi geopolitik, membuat banyak negara harus berkutat dengan persoalan ketahanan pangan ini.

Menjawab tantangan itu, Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan nasional. Perum Bulog yang saat ini berfungsi sebagai operator pelaksana kebijakan distribusi pangan yang diregulasi oleh pemerintah, tentunya mengalami tantangan tersendiri dalam menuntaskan persoalan ketahanan pangan. Karena persoalan ketahanan pangan harus dibahas secara utuh dari hulu ke hilir, termasuk dari proses produksi, distribusi sampai konsumsi.

Ditegaskan Bayu, Perum Bulog hanya bisa menyerap gabah, bila produksinya ada.

"Kami berkomitmen untuk terus memprioritaskan penyerapan gabah dalam negeri. Saat ini kami telah menyerap kurang lebih 700 ribu ton, lebih dari target yang telah ditugaskan oleh pemerintah sebesar 600 ribu ton. Kami optimis bisa menyerap lebih dari 900 ribu ton setara beras pada tahun ini. Impor hanya dilakukan bila perlu, melihat neraca beras yang ada," ujar Bayu.

Dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki oleh Perum Bulog saat ini sejumlah 1,8 juta ton, sekitar 30 persen berasal dari stok dalam negeri. Hal ini tentunya merupakan suatu pencapaian tersendiri, mengingat masa pengadaan dalam negeri yang singkat dikarenakan masa panen padi yang pendek sekitar 2-3 bulan.

Diakui Bayu, walaupun penyerapan gabah dalam negeri sudah optimal namun persoalan serius, terdapat pada proses produksi. Menurut data BPS, produksi padi pada periode Januari-April 2024 turun 17,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu saat mencapai 22,55 juta ton.

Perlunya Kerja Sama

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Mohammad Ikhsan, mengatakan, stabilisasi hanyalah salah satu bagian dari ketahanan pangan. "Stabilisasi tidak akan efektif tanpa perbaikan oleh komponen lain yaitu ketersediaan pangan. Tren dari produksi pangan itu turun untuk semua komoditas," paparnya.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan kerjasama dari berbagai pemegang kebijakan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, koperasi, dan sektor swasta.

"Kolaborasi ini penting untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan yang efektif serta mendukung ketahanan pangan nasional," pungkas Ikhsan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.