Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhub Minta Daerah Lain Contoh Jakarta

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menhub Minta Daerah Lain Contoh Jakarta Doc: ANTARA/HO-Humas Kemenhub
Ket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) usai melalukan ramp check sejumlah bus di Jakarta, Minggu (9/6).

JAKARTA - Untuk mengatasi ataupun mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, kota-kota atau daerah lain mencontoh pengembangkan transportasi umum seperti di Jakarta. Usul ini disampaikan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. "Jakarta dapat menjadi contoh daerah lain dalam mengembangkan transportasi umum massal perkotaan. Kota lain harus melakukan seperti Jakarta," kata Menhub di Jakarta, Senin.

Budi mengatakan bahwa Jakarta dapat menjadi contoh pengembangan transportasi umum yang bisa diadopsi oleh daerah-daerah lain. Menhub menyampaikan hal tersebut usai menumpang sebuah bus Transjakarta dari Halte Patra Kuningan dan turun di Halte Ragunan, Jakarta Selatan.

Namun usulan tersebut jelas tidak masuk akal. Bandungkan saja APBD Jakarta tahun 2024 mencapai 81,7 triliun. Bansingkaan APBD daerah lain seperti Papua Barat hanya 4,8 triliun, apalagi Sulbar 1,8 triliun. Jakarta dengan anggaran terbesar mau buat apa saja juga bisa.

Menhub bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Risyapudin Nursin naik dan mengobrol bersama penumpang bus Transjakarta, Minggu (9/6).

Budi memastikan pelayanan Transjakarta berjalan dengan baik dan mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum massal perkotaan.

Menhub mengaku sewaktu naik bus Transjakarta, sempat berbincang dengan penumpang. Mereka merasa senang naik bus tersebut dengan tarif 3.500. Sedangkan pagi sebelum pukul 07.00 WIB, tarifnya hanya sebesar 2.000.

"Oleh karenanya saya mengajak masyarakat, naik angkutan umum massal," lanjut Menhub. Dia juga mendorong pemerintah daerah lainnya untuk memberikan layanan transportasi umum massal perkotaan, untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.