Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Puluhan Warga di Kampung Cisureuh Sukabumi Keracunan Nasi Boks

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Puluhan Warga di Kampung Cisureuh Sukabumi Keracunan Nasi Boks Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Sejumlah warga Kampung Ciseureuh, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mengalami keracunan usai menyantap nasi boks dirawat di Puskesmas Sagaranten pada Senin (10/6/2024).

Sukabumi - Puluhan warga di Kampung Ciseureuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan usai menyantap nasi boks yang dibagikan oleh salah seorang warga yang mengadakan acara syukuran.

"Dari hasil pendataan jumlah warga yang tinggal di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten yang mengalami keracunan tersebut hingga saat ini mencapai 74 orang, di mana dari jumlah tersebut 38 orang dirawat di RSUD Sagarenten dan 16 orang dirawat di Puskesmas Sagaranten, sisanya rawat jalan," kata Camat Sagaranten Ridwan Agus Mulyawan di Sukabumi, Senin.

Informasi yang dihimpun dari pihak kecamatan, kejadian keracunan massal ini pada Minggu (9/6) sekitar pukul 17.30 WIB usai menyantap nasi boks yang diberikan pada acara syukuran pemilik hajatan.

Para korban mengaku beberapa jam usai menyantap nasi beserta lauk pauk mereka mulai merasakan mual, pusing, panas dingin (meriang) hingga muntah-muntah dan buang air besar secara terus menerus.

Jumlah korban terus bertambah yang awalnya pada Senin siang hanya mencapai 55 orang tetapi hingga pukul 17.15 WIB menjadi 74 orang. Untuk warga yang mengalami gejala keracunan sedang dilakukan perawatan di rumah sakit dan puskesmas sementara yang gejala ringan sudah dipulangkan usai mendapatkan pengobatan baik di rumah sakit maupun puskesmas.

Adapun jenis makanan yang dikonsumsi mereka yakni nasi merah, tumis buncis, mi, dan ayam goreng. Sampel makanan tersebut sudah dibawa Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk dilakukan uji laboratorium.

Agus menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan petugas kesehatan tengah melakukan penyisiran ke rumah warga yang mengalami gejala keracunan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.