Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanah Bumbu Banjir Sejak Kamis, 9.773 Warga Dievakuasi

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanah Bumbu Banjir Sejak Kamis, 9.773 Warga Dievakuasi Doc: ANTARA/Sujud Mariono
Ket. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu mengevakuasi salah satu warga terdampak banjir di Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/6/2024).

TANAH BUMBU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan mengevakuasi 9.773 jiwa korban banjir di Kecamatan Satui.

"Kami mengevakuasi bersama TNI, Polri, Basarnas dan relawan ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu Sulhadi di Batulicin, Sabtu (8/6).

Sulhadi mengatakan beberapa warga enggan dievakuasi karena lebih memilih bertahan di rumah dengan alasan menjaga dan menyelamatkan barang berharga dan sebagian orang memilih tinggal di rumah kerabat.

Dia mengatakan para korban banjir dievakuasi ke tempat posko bencana yang sudah disiapkan pemerintah daerah di setiap desa terdampak.

BPBD memastikan pemerintah daerah mendirikan 11 posko yang melibatkan Dinas Sosial dan relawan untuk mengakomodir para korban banjir.

"Bencana banjir di Kecamatan Satui sejak Kamis kemarin akibat intensitas hujan di Tanah Bumbu cukup tinggi yang mengakibatkan debit air di sungai meluap hingga ke pemukiman warga," ungkap Sulhadi.

Di Kecamatan Satui terdapat sembilan desa yang terdampak banjir, yakni Desa Barakat Mufakat, Desa Sinar Bulan, Beruntung Raya, Sungai Danau, Sejahtera Mulia, Sungai Danau Raya, Satu Timur, Makmur Mulia, Satui Barat.

Dari sembilan desa tersebut terdapat 2.993 kepala keluarga atau 9.773 jiwa yang terdampak banjir.

"Alhamdulillah tidak ada korban yang meninggal dunia," ucap Sulhadi.

Saat ini, kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut berangsur surut, bahkan informasi terkini surut hingga 75 cm dari ketinggian banjir sebelumnya mencapai tiga meter.

"Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga sejak 5-20 Juni, dan bantuan untuk para korban banjir mulai berdatangan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, serta perusahaan di Tanah Bumbu," ungkap Sulhadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.