Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto Minta Kader Ukur Balita dengan Benar demi Selaraskan Data 'Stunting'

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto Minta Kader Ukur Balita dengan  Benar demi Selaraskan Data 'Stunting' Doc: ANTARA/BKKBN

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, meminta kader posyandu mengukur balita dengan benar untuk menyelaraskan datastuntingantara elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

"Saya berharap melalui pengukuran dan penimbangan yang disiplin dan tertib, pengukuran yang nantinya diperoleh dari posyandu yang ada di dalam EPPGBM wilayah bapak/ibu kader sekalian, tidak jauh berbeda dari hasil survei," kata Hasto dalam diskusi kelas orang tua hebat yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (31/5) lalu.

Hasto menyebutkan, selama ini para kader telah bekerja keras untuk mendapatkan data pengukuran balita, tetapi masih terjadi perbedaan antara data di EPPGBM dengan data di Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) maupun SKI.

"Bapak/ibu kader di lapangan sudah bekerja keras untuk mendapatkan data tentang pengukuran balita, tetapi hasilstuntingmasih tinggi, karena data yang ada di kader dan pendamping keluarga ternyata tidakmatching(cocok) dengan SSGI maupun SKI," ucap kepala BKKBN.

Untuk itu, ia menekankan kepada para kader agar menggunakan alat ukur yang standar. "Saya tekankan kepada para kader bahwa pengukuran ini sangat penting, untuk menggunakan alat ukur yang standar, lalu mengukur dengan benar, dan tenaga yang mengukur juga harus terlatih," ujar dia.

Menurut Hasto, data berdasarkan nama dan alamat (by name by address) yang dikumpulkan oleh para kader dan tim pendamping keluarga lebih baik karena dekat dengan objek pengukuran daripada data persentase yang sebatas gambaran saja.

"Databy name by addressoleh tim pendamping keluarga, para kader posyandu itu lebih baik karena akan menunjukkan siapa yang harus diterapi, sedangkan angka-angka dalam bentuk persentase itu hanya gambaran saja, tetapi untuk mencari orangnya juga tidak mudah," papar dia.

Hasto pun juga mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk aktif datang ke posyandu. "Saya mengajak kepada seluruh keluarga yang ada di Indonesia, datanglah ke posyandu sebulan sekali untuk melakukan pengukuran tinggi, berat, dan panjang badan anak-anak ibu/bapak sekalian," tutur dia.

Kepala BKKBN lalu menegaskan bahwa dengan pengukuran yang tepat dan dilakukan oleh kader posyandu, tim pendamping keluarga, serta tim percepatan penurunanstunting, maka dapat memotret datastuntingsecara riil, benar dan cocok, sesuai dengan yang didapatkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Luar Negeri
Kabut Asap Indonesia Membur...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.