Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Upayakan Cegah Malaria di IKN

📅 Rabu, 29 Mei 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Upayakan Cegah Malaria di IKN Doc: Koran Jakarta/M Fachri

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pihaknya memitigasi penyakit malaria di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mengadopsi program penanggulangan yang berhasil diterapkan oleh PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua.

"IKN di awal-awal pembentukannya, kami mencari cara supaya IKN tidak menjadi penyebaran malaria. Kami ambil percontohan mitigasi malaria di Freeport," kata Plh. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Helen Dewi Prameswari melalui konferensi pers Hari Malaria Sedunia 2024 diikuti dalam jaringan di Jakarta, Senin (27/5).

Ia mengatakan Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah dengan kasus tertinggi malaria di Indonesia, berkisar 543 kasus dari 1.000 orang di wilayah setempat.

Namun, insiden serupa di wilayah Freeport, Kuala Kencana, kata Helen, kasusnya nol, meski wilayah itu dikelilingi hutan dengan endemis malaria yang tinggi.

"Waktu itu kami lihat pendekatan Freeport cocok dengan pendekatan di IKN, karena kegiatan utama pencegahan PT Freeport Indonesia berhasil di Papua," jelasnya.

Pola mitigasi yang dilakukan, yaitu dengan pengendalian vektor dan lingkungan, pemeriksaan parasit pada nyamuk dan manusia, memastikan drainase air mengalir, dan pada genangan air atau air tidak mengalir dengan cara menutup atau menimbun atau pemberian larvasida, serta melepas ikan pemakan jentik.

"Ada petugas khusus yang setiap hari memantau potensi tempat perindukan nyamuk malaria di Freeport, bahkan di pelepah daun pun mereka memeriksa. Mereka lakukan pengamatan di setiap air tergenang secara rutin," katanya.

Helen memastikan, hingga saat ini belum terdeteksi adanya kasus malaria di IKN. Namun, mitigasi dari kasus yang dipicu gigitan nyamuk Anopheles itu masih tetap diperlukan.

Kasus terakhir malaria yang ditemukan di wilayah IKN terjadi di November 2018 yang merupakan kasus malaria impor dari tempat lain yang berbatasan dengan Kabupaten PPU, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Kutai Barat. Sebagai informasi, wilayah daratan IKN seluas kurang lebih 256.142 hektare, yang terletak pada dua kabupaten yang ada, yaitu Kabupaten PPU dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kawasan IKN beririsan dengan enam kecamatan, yaitu Kecamatan Sepaku, Kecamatan Samboja, Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Loa Kulu, Kecamatan Muara Jawa, dan Kecamatan Sanga-Sanga. Berdasarkan informasi yang didapatkan Otorita IKN, wilayah endemis malaria terdekat dari IKN berada di Kelurahan Sotek, Kabupaten PPU yang jaraknya ke Titik Nol IKN kurang lebih 40 kilometer. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.