Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak: Stunting dan Kemiskinan Ekstrem 2024 Turun

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 16:30 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak: Stunting dan Kemiskinan Ekstrem 2024 Turun Doc: ANTARA/HO-DP2KBP3A
Ket. Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak saat melayani pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi untuk pencegahan anak stunting.

RANGKASBITUNG - Pemerintah Kabupaten Lebak Banten optimistis angka stunting atau kekerdilan yang dialami anak di bawah lima tahun (balita) akibat gagal tumbuh, dan kemiskinan ekstrem di daerahnya tahun 2024 dipastikan menurun."Kita berkolaborasi melibatkan organisasi perangkat daerah -OPD-, kementerian, lembaga, pelaku usaha, swasta dan elemen masyarakat untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Hj Tuti Nurasiah di Rangkasbitung Lebak, Jumat.Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya dan ikhtiar untuk menurunkan pravalensi stunting dengan mengalokasikan anggaran Rp184 miliar, untuk penanganan strategi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang dilakukan oleh 18 OPD.Selain itu juga untuk alokasi penanganan kemiskinan ekstrem sebesar Rp500 miliar, dengan strategi untuk peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan mengurangi kantong kemiskinan ekstrem.Bahkan, pihaknya juga melibatkan 22 perusahaan yang konsentrasi untuk membantu penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem."Kami berharap dengan kolaborasi itu dapat menjadi wadah untuk memperkuat komitmen dan kerja sama dalam mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera," katanya.Menurut dia, selama ini penangananstunting dan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergisitas, antar-pemangku kepentingan untuk mengatasinya.Saat ini, lokus penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tersebar di 10 desa di enam kecamatan, antara lain Rangkasbitung, Maja, Leuwidamar, Cijaku, Cimarga, dan Cibadak.Masing-masingOPD itu memiliki peran penting sesuai fungsi dan tugasnya, seperti PUPR merealisasikan pembangunan sarana air bersih, Dinas Permukiman dengan membangun rumah tidak layak huni (RTLH).Begitu juga Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan bayi serta anak balita, serta Dinas Sosial menyalurkan bantuan makanan.Kemudian Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan melakukan operasi pasar murah, juga Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan memberikan bantuan benih cabai, sayuran, buah -buahan serta peternakan kambing.Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak memberikan aneka makanan bergizi terhadap anak stunting dan keluarga rawan stunting, serta pemberian akseptor KB.Selanjutnya, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi serta UKM dengan menyediakan lapangan pekerjaan juga pendampingan terhadap pelaku UMKM.Perusahaan-perusahaan itu juga memberikan CSR maupun bantuan lainnya untuk peningkatan status gizi dan pendapatan ekonomi dengan diterima bekerja di perusahaan tersebut."Kami berkerja berkolaborasi sesuai tugas dan fungsi yang diberikan tanggung jawab oleh pemerintah daerah agar mampu mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem," kata Tuti.Tuti menjelaskan, pihaknya optimistis angka penurunan stunting yang ditargetkan 14 persen tahun 2024 dipastikan di Kabupaten Lebak bisa direalisasikan .Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 27,5 persen, yang artinya dari 100 anak yang ada di Lebak, 27 di antaranya mengalami stunting.Namun demikian , jumlah penanganan stunting di Kabupaten Lebak berjalan baik setelah dilakukan pengukuran tubuh kepada 108 ribu balita yang dinyatakan stunting berdasarkan "by name by adress" atau sesuai nama dan alamat tercatat 3.736 balita, padahal tahun sebelumnya 4.618 orang."Kami meyakini angka prevalensi stunting dipastikan menurun 14 persen sesuai target Presiden Jiko Widodo pada 2024," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.