Dosen Fakultas Teknik UGM Ini Kembangkan Dua Pesawat Tanpa Awak
Rabu, 22 Mei 2024, 01:46 WIBYogyakarta - Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof Gesang Nugroho mengembangkan dua buah pesawat tanpa awak atauunmanned aerial Viehicle(UAV) dengan nama Palapa S-1 dan Palapa S-2.
Gesang Nugroho di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa, mengakui dua pesawat yang memiliki panjang 2 meter dan 3,3 meter tersebut sudah dilengkapi sistemautopilotdan kemampuan jelajah terbang sesuai dengan titik koordinat.
"Selama terbang akan mampu mengambil foto dan video akan dikirim padaground control station. Palapa S-1 mampu terbang 6 jam nonstop, Palapa S-2 bisa terbang 10 jam nonstop," kata dia.
Gesang menjelaskan untuk pesawat Palapa-S1 yang dikembangkan selama 2,5 tahun lalu memiliki kemampuan waktu terbang selama 6 jam tanpa berhenti.
Sedangkan untuk pesawat kedua, memiliki kemampuan daya terbang selama 10 jam.
Palapa-S1, kata Gesang, sudah menggunakan telemetri wifi internet dengan jarak tempuh mencapai sejauh 50 kilometer.
Menurutnya, Palapa S-1 memiliki kemampuan daya jangkau hingga 300 km namun komunikasi foto dan video terputus.
Sedangkan pada Palapa S-2 menggunakan telemetri satelit sehingga memiliki kemampuan daya jangkauan tak terbatas.
"Belum selesai, nantinya akan dilengkapi sistem autopilot dan sistem komunikasinya menggunakan telemetri satelit sehingga tak terbatas jangkauannya. Saat ini baru tahap fase membuat bodinya," katanya.
Gesang menyampaikan bahwa teknologi pesawat tanpa awak atau UAV saat ini semakin maju dan berkembang. Tidak hanya merupakan perangkat teknologi canggih semata, tetapi juga merupakan sebuah gebrakan revolusioner yang mengubah perspektif kita terhadap dunia.
Mulai dari kegunaan di sektor militer hingga penerapannya dalam berbagai bidang sipil, UAV telah melangkah masuk ke setiap aspek kehidupan masyarakat dengan kecepatan yang menakjubkan.
Ia mengimbau agar masyarakat dan pemerintah harus mau menggunakan produk-produk hasil riset bangsa sendiri.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkomdigi Kunjungi Telin di Los Angeles, Bahas Konektivitas Digital Global
-
Udang Sukamara Jadi Mesin Uang Baru Kalteng, Nilainya Bikin Kaget!
-
Nelayan Terdampak Bencana Dibantu, Pemkot Padang Salurkan Sarana Penangkapan Ikan.
-
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna dan Udang Vannamei Laris di Pasar Global
-
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Kerja Baru bagi Tenaga Kerja Indonesia.
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Pencarian KM Virgo Makin Dramatis, Penyelam Temukan Banyak Jasad di Kamar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.