Kemenekraf Gandeng Ramoo.id Latih Pelaku Ekonomi Kreatif di Rembang Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis
Sabtu, 07 Nov 2026, 17:57 WIBREMBANG â Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memanfaatkan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub bertajuk AI for Business Development yang digelar di kawasan Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 pelaku usaha dan pegiat ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkenalkan penggunaan AI secara praktis dalam kegiatan usaha. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi produk, menghemat waktu operasional, meningkatkan pelayanan pelanggan, hingga membantu proses pengambilan keputusan bisnis.
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan pemanfaatan teknologi perlu semakin dekat dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM di daerah.
Menurutnya, Kabupaten Rembang memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat, mulai dari batik tulis Lasem, produk kriya, hingga kuliner khas daerah. Potensi tersebut perlu didukung kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
âKita perlu memahami bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk membantu manusia bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih cerdas. Tidak perlu takut jika belum pernah memakai AI sebelumnya. Mulailah dari satu persoalan, satu aplikasi, dan satu solusi sederhana yang dapat langsung diterapkan,â ujar Dandy pada kesempatan tersebut.
Ia menjelaskan, Aktivasi Creative Hub merupakan bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif menghidupkan simpul-simpul Creative Hub di berbagai daerah. Ruang tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan inovasi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Pelatihan AI untuk Kebutuhan Bisnis
Dalam kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Ramoo.id, perusahaan teknologi lokal yang mengembangkan solusi berbasis AI untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut sekaligus mempertemukan inovator teknologi lokal dengan pelaku usaha agar pemanfaatan AI lebih mudah diakses dan diterapkan sesuai kebutuhan bisnis.
Pada sesi pertama, Co-founder Ramoo, M. Qodhil Adli, mengajak peserta mengenali karakteristik calon pembeli, mengidentifikasi keunggulan produk, serta menyusun materi promosi yang menarik.
Peserta diperkenalkan pada tiga elemen utama dalam membuat materi promosi, yakni pembuka yang memikat atau hook, cerita produk, dan ajakan bertindak atau call to action.
Selain itu, peserta mempelajari tiga langkah bekerja dengan AI serta lima unsur penting dalam menyusun instruksi atau prompt. Kelima unsur tersebut meliputi tujuan, konteks, bahan, batasan, dan bentuk hasil yang diharapkan.
Pemahaman mengenai penyusunan prompt menjadi salah satu materi penting agar pelaku usaha dapat berkomunikasi dengan AI secara lebih efektif dan memperoleh hasil sesuai kebutuhan.
Pada sesi berikutnya, peserta mempraktikkan penggunaan AI untuk menyusun Business Model Canvas, melakukan riset target pasar, serta mengembangkan konten promosi. Praktik tersebut dilengkapi studi kasus penerapan AI pada Ramoo dan presentasi hasil kerja peserta.
Kegiatan praktik turut didukung Ahmad Aulia Hergumilang selaku Business Support Ramoo.
AI Tetap Harus Digunakan secara Bertanggung Jawab
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Peserta diingatkan untuk memverifikasi informasi yang dihasilkan AI, menjaga etika serta perlindungan data pribadi dan data usaha, serta memastikan informasi produk sesuai dengan fakta. Pelaku usaha juga diminta menghindari klaim promosi yang tidak dapat dibuktikan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tidak menghilangkan identitas lokal maupun mendorong praktik penjiplakan karya pihak lain.
Penerapan AI dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap subsektor usaha. Pelaku usaha kuliner, misalnya, dapat menggunakan teknologi ini untuk menyusun deskripsi menu dan materi promosi yang lebih menarik.
Sementara itu, pengrajin batik dan kriya dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan narasi mengenai filosofi motif, keunikan produk, hingga proses pembuatan karya. Materi tersebut dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
Dorong Daya Saing Produk Lokal Rembang
Aktivasi Creative Hub ini juga melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang yang membantu menghimpun peserta dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membuka ruang pengembangan kapasitas bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Menurut Isti, berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat daya saing, dan mengembangkan kemampuan promosi produk.
Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat berdampak pada kenaikan nilai jual produk kreatif lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap pelaku ekonomi kreatif di Rembang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengoptimalkan AI sebagai alat pendukung pengembangan bisnis.
Ke depan, Creative Hub diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan mitra teknologi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
- Creative Hub (C-Hub)
- Ekonomi Kreatif
- Kementerian Ekonomi Kreatif
- bisnis digital
- pengembangan usaha
- Kecerdasan Artifisial
- Artificial Intelligence
- digitalisasi umkm
- Akal Imitasi
- Ramoo.id
- AI untuk Bisnis
- UMKM Rembang
- Batik Lasem
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Berawal dari Modal Rp400 Ribu, Arvin Store Kini Raih Omzet Rp98 Juta per Bulan
-
Pendistribusian papan peringatan pencegahan karhutla di Riau
-
Ibu-ibu PKK Banjarmasin Sulap Kue Khas Banjar Jadi Ladang Cuan di Sektor Ekraf
-
Bikin Kaget, Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Lolos dari Hukuman Berat
-
Panas Ekstrem Ancam Warga Miskin Kota, BeHousing Dorong Kebijakan Adaptasi Terintegrasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.