Berdayakan Ekonomi Akar Rumput Melalui Kolaborasi dan Inovasi
Selasa, 21 Mei 2024, 19:31 WIBJAKARTA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang pesat di seluruh Asia, terutama di Asia Tenggara, yang menjadi rumah bagi jutaan UMKM. Sektor ini berkontribusi sebesar 40 persen bagi ekonomi wilayah tersebut.
"Khususnya, usaha mikro yang mencapai 94 persen dari total UMKM, berperan penting sebagai mesin ekonomi, terutama di negara seperti Indonesia," kata Garuda Putra, Founder & CEO Amartha, Andi Taufan, dalam konferensi pers di Jakarta Selasa (21/5).
Meskipun memiliki kontribusi yang signifikan, 90 persen pengusaha mikro di Asia Tenggara menghadapi beberapa kendala. Hambatan itu seperti akses layanan keuangan, tantangan dalam mendapatkan pinjaman karena jaminan dan riwayat kredit yang kurang memadai, serta literasi digital keuangan yang rendah, terutama di daerah pedesaan.
"Berangkat dari hal ini,fintechseperti Amartha berperan penting dalam menyediakan layanan yang dapat diakses oleh masyarakat yang kurang terjangkau. Terlihat bahwa proporsi usaha mikro yang lebih besar, dibandingkan dengan usaha menengah, meminjam dari layanan pinjaman fintech," katanya dia.
Sebagai penyedia layanan teknolog keuangan untuk segmen akar rumput Amartha, bersama dengan lembaga internasional Women's World Banking, SME Finance Forum, dan Accion, menyelenggarakan The 2024 Asia Grassroots Forum. Forum global yang berlangsung selama dua hari (21-22 Mei) mengumpulkan investor, entrepreneur, inovator, dan pembuat kebijakan untuk mengakselerasi potensi ekonomi akar rumput Asia.
"Dengan memfasilitasi inovasi di bidang teknologi dan keuangan, forum ini bertujuan untuk melibatkan institusi global berpartisipasi dalam impact investing," kata Andi.
Ia menuturkan, selama 14 tahun, Amartha telah berkembang pesat dengan memanfaatkan potensi akar rumput yang sangat besar, namun seringkali terabaikan. Kinerja keuangan Amartha yang kuat, termasuk pencapaian profitabilitas selama tiga tahun terakhir, adalah bukti dari potensi yang dimiliki.
"Kami mengundang seluruh stakeholder di Indonesia, dan secara global, untuk bergabung bersama Amartha dalam menggali dan memberdayakan segmen ultra mikro. Forum ini bertujuan untuk menjadi pendorong kolaborasi, mengumpulkan berbagaiexpertdi bidang teknologi dan keuangan. Bersama-sama, kita dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh untuk kemajuan ekonomi akar rumput," ujar dia.
"Saya mengajak masyarakat umum untuk bergabung, dan berkolaborasi dalam agenda bersama yakni:scaling impact,mendigitalisasi UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk kesejahteraan yang merata," tambah Taufan.
Dorongan menuju inklusi keuangan juga sejalan dengan meningkatnya dampak investasi (impact investing) di wilayah ini. Asia Tenggara dan khususnya Indonesia telah menjadi tempatimpact investingyang menarik bagi investor dan institusi global untuk mendiversifikasi portofolio mereka di pasar yang sedang berkembang sekaligus memberikan dampak sosial.
Selama tahun 2020-2022, investor berdampak telah mengalokasikan lebih dari 67 persen dari total modal yang diinvestasikan dalam periode 10 tahun dari tahun 2007-2016 di Asia Tenggara, menunjukkan akselerasi aktivitas investasi berdampak di wilayah ini.
The 2024 Asia Grassroots Forum, hosted by Amartha, akan membahas bagaimana pendanaan inovatif, seperti impact investing dan kewirausahaan sosial, dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi di ASEAN. Sesi diskusi akan membahas tantangan, lanskap pasar, dan mengeksplorasi bagaimana investor dapat secara efektif mengukur, meningkatkan dampak sosial dan lingkungan.
Presiden dan CEO Accion Michael Schlein, layanan keuangan adalah alat yang kuat untuk membantu mengurangi kemiskinan dan menciptakan peluang. Dengan layanan digital yang bertanggung jawab dan aman, para pengusaha mikro dapat membuat pilihan yang tepat dan membangun bisnis yang lebih tangguh.
"Kami sangat senang dapat melanjutkan kemitraan yang berdampak dengan Amartha melalui berkolaborasi dalam acara perdananya untuk mendorong pertumbuhan inklusif bagi ekonomi akar rumput di ASEAN, melanjutkan kesuksesan kami di Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Chief Investment Officer Women's World Banking Asset Management (WAM) Christina Juhasz, menyatakan, kurangnya representasi perempuan dalam kewirausahaan di ASEAN adalah sebuah peluang yang benar-benar terlewatkan. The 2024 Asia Grassroots Forum, hosted by Amartha, menjadi platform berharga untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Bersama-sama, kita dapat mendiskusikan bagaimana mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasi tantangan-tantangan khusus yang dihadapi oleh UMKM yang dipimpin oleh perempuan, membuka potensi penuh mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
Kepala Global SME Finance Forum, Qamar Saleem, menekankan perlunya upaya kolaboratif dalam industri keuangan untuk mengembangkan produk keuangan inovatif yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis yang dipimpin perempuan. Di SME Finance Forum, ia sangat yakin bahwa meningkatkan inisiatif ini akan berdampak secara sosial dan finansial.
"Kami sangat antusias dengan The 2024 Asia Grassroots Forum, karena forum ini berfungsi sebagai platform untuk mewujudkan tujuan kolektif ini. Kami berkomitmen untuk bermitra dengan anggota kami, meningkatkan inisiatif mereka, dan merayakan keberhasilan mereka," paparnya.
Taufan menambahkan, The 2024 Asia Grassroots Forum, bertujuan untuk mendorong kesejahteraan, memberdayakan segmen akar rumput yang belum terlayani, dan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Ke depannya, ia optimis agenda ini berkembang menjadi referensi utama bagi pemberdayaan ekonomi akar rumput Asia dalam beberapa tahun mendatang.
- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
- AmarthaOne
- Pemberdayaan Ekonomi
- The 2024 Asia Grassroots Forum
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tutup Celah Shadow AI, Saviynt Luncurkan Solusi Keamanan Identitas Pertama untuk Agen AI Otonom
-
Cedera Gnabry Jadi Pukulan Bayern di Tengah Perburuan Treble Winners
-
Kampanyekan Nabung Saham pada 4.000 Karyawan Jamu Ternama di Indonesia
-
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Ingin Festival Bedug Tetap Jadi Tradisi Ramadan di Jakarta
-
Hasan Nasbi Kembali Masuk Kabinet sebagai Penasehat Khusus Presiden
-
Antisipasi Tawuran dengan Meningkatkan Patroli di Wilayah Jatinegara
-
Apindo: Resiliensi Industri Kunci Bertahan dari Dampak Konflik Timur Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.