Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Peningkatan Impor

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 08:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Peningkatan Impor Doc: istimewa

JAKARTA - Pasar Indonesia yang begitu besar menjadi incaran negara negara luar terlebih setelah Indonesia masuk menjadi anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi yang beranggotakan 38 negara.

Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menegaskan, pemerintah jangan optimistis dengan OECD, sebab ke depan, Indonesia bakal tersandera oleh perdagangan bebas. "Impor akan sangat berpotensi meningkat. Kenapa 38 negara setuju? Ya karena melihat market Indonesia yang besar," tegas Huda, Kamis (16/5), menanggapi bergabungnya Indonesia ke OECD.

Dia memaparkan Indonesia memang mendewakan investasi untuk memacu perekonomian dalam negeri. Keuntungan bagi Indonesia tentu saja jaringan kerja sama yang pasti akan menguat jika masuk ke OECD. "Dengan jaringan yang kuat, investasi maupun perdagangan juga. Liberalisasi menjadi hal yang diinginkan oleh (Presiden) Jokowi," tukas Huda.

Namun masalahnya, lanjutnya, standar pengelolaan ekonomi pun harus mengikuti OECD. Maka pekerjaan rumahnya (PR) ialah standardisasi pengelolaan ekonomi sesuai standar OECD.

Menurutnya, ada beberapa hal fundamental yang belum bisa mengikuti standar OECD, terutama soal hukum dan birokrasi. "Mungkin ada ratusan standar pengelolaan ekonomi yang belum terstandar OECD, ini harus disesuaikan. Begitu pun ketika disesuaikan juga harus selaras dengan arah ekonomi nasional. Liberalisasi ekonomi di OECD harus disesuaikan dengan aturan lokal. Maka jangan heran, nanti akan banyak aturan liberal muncul," tandas Huda.

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengkhawatirkan dengan bergabungnya RI ke OECD. Dia menilai RI bisa saja menjadi sasaran banyak negara besar untuk mengekspor produk-produk mereka.

Karena itu, dia berharap RI jangan pasif saja demi memperjuangkan kepentingan bangsa. "Mestinya Indonesia di OECD menjadi focal point bagi demokratisasi ekonomi dan kerja sama antarekonomi rakyat dan koperasi di antara anggota OECD," papar Awan.

Awan mengatakan sejatinya OECD adalah lembaga kerja sama internasional, sehingga mestinya banyak mempromosikan bentuk bentuk kerja sama ekonomi yang saling memberi manfaat antarnegara anggotanya.

"Bukan malah sebaliknya menjadi ajang mendorong pasar bebas dan liberalisasi ekonomi," paparnya

Adapun Presiden Jokowi menyebut masuknya Indonesia sebagai anggota OECD atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi memberikan banyak manfaat yang konkret untuk menjadi negara maju. Presiden Jokowi saat ditemui di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, mengatakan pemerintah memberikan apresiasi yang besar atas diterimanya Indonesia sebagai anggota OECD.

Pasar Potensial

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel, mengingatkan Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar.

Maka dari itu, menurutnya, hal itu bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia apabila diberdayakan dengan sebaik-baiknya.

Dia mengungkapkan jumlah penduduk yang besar berarti ketersediaan tenaga kerja yang besar, apalagi Indonesia sedang berada dalam fase bonus demografi. Ini berarti jumlah tenaga produktif sangat besar. Selain itu, jumlah penduduk yang besar berarti jumlah pasar yang besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.